Sirsak – Taksonomi, Morfologi, Habitat, Sebaran, Budidaya & Manfaat Buah

Sirsak atau disebut juga nangka belanda dan durian belanda adalah buah dari pohon bernama latin Annona muricata. Asal belum diketahui secara pasti, namun pohon sirsak diduga berasal dari kawasan tropis Amerika dan Kepulauan Karibia. Selain di kedua wilayah tersebut, tanaman sirsak juga tersebar luas ke negara-negara lainnya.

Pohon sirsak mampu beradaptasi dengan baik di daerah dengan tingkat kelembaban tinggi hingga kawasan dengan musim dingin sedikit hangat. Tanaman ini akan rusak jika berada di kawasan bersuhu dibawah 5 derajat Celcius.

Kerusakan tersebut membuat pertumbuhan daun dan rantingnya kecil. Sedangkan jika berada dibawah suhu 3 derajat Celcius akan membuat buah sirsak kering.

Taksonomi Sirsak

Beberapa daerah di Indonesia mengenal sirsak sebagai nangka sebrang atau nangka landa (Jawa), nangka walanda (Sunda), nangka buris atau nangkelan (Madura), srikaya jawa (Bali), boh lôna (Aceh), durio ulondro (Nias), durian betawi (Minangkabau), jambu landa (Lampung), serta Nangko Belando (Palembang).

Berikut ini adalah klasifikasi tanaman sirsak secara ilmiah, yaitu:

KerajaanPlantae
Angiospermae
Magnoliids
OrdoMagnoliales
FamiliAnnonaceae
GenusAnnona
SpesiesA. muricata

Morfologi Sirsak

Tanaman sirsak berasal di famili Annonaceae. Pohon buah menghasilkan buah yang dapat dimakan. Dalam bahasa Inggris, buahnya disebut soursop karena rasanya yang sedikit asam saat matang. Ukuran pohon sirsak kecil dan pertumbuhan batangnya tegak lurus. Pohon sirsak dapat tumbuh setinggi 9 meter.

pohon sirsak Pixabay

Batang sirsak saat muda biasanya memiliki bulu. Daun sirsak bentuknya membujur atau oval, panjangnya antara 8 cm sampai 16 cm dan lebarnya sekitar 3 cm sampai 7 cm. Warna daunnya hijau tua mengkilap dan tidak memiliki bulu di bagian atas. Sementara bagian bawah daun berwarna hijau pucat dan agak berbulu, namun ada pula yang tidak berbulu. Tangkai daunnya berukruan pendek, yaitu sekitar 4 mm sampai 13 mm.

Tangkai bunga sirsak berukuran 2 cm sampai 5 mm dan berkayu. Tangkai bunga tumbuh berseberangan dengan dedaunan atau berada di cabang yang sama dengan daun. Biasanya setiap tangkai ditumbuhi 1 atau 2 bunga, terkadang 3 bunga. Tangkai bunga bersifat individual berkayu dan keras, serta tidak memiliki bulu. Panjangnya sekitar 15 m sampai 20 mm.

Bunga sirsak memiliki kelopak yang tebal berwarna kekuningan. Kelopak bagian luarnya bertemu di ujung tanpa bersinggungan satu dengan lainnya. Bentuk kelopaknya oval. Ukuran kelopaknya sekitar 2,8 x 3,3 cm. Kelopak bagian luar dan dalam memiliki bulu yang sangat lembut.

Buah sirsak mempunyai warna kulit hijau tua dengan permukaan berbintik agak tajam. Bentuknya lonjong dengan ukuran mencapai 30 cm. Tekstur kulitnya cukup keras, sementara daging buahnya sangat lembut seperti krim dan berwarna putih.

Daging buah sirsak mengeluarkan aroma yang harum yang digambarkan seperti aroma buah nanas. Rasanya sedikit masam namun manis, mirip seperti kombinasi rasa stroberi dan apel.

Habitat & Sebaran Tanaman Sirsak

Sirsak dapat tumbuh dan bertahan hidup di tanah miskin unsur hara, tetapi tidak mampu bertahan pada udara dingin. Tanaman ini akan optimal jika tumbuh di daerah dataran rendah dengan ketinggian 0 sampai 1.200 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini merupakan pendatang di semua negara yang beriklim sedang atau subtropis.

Budidaya Sirsak

Tujuan budidaya tanaman sirsak adalah untuk mendapatkan buahnya. Buah sirsak memiliki ukuran 20 cm sampai 30 cm dengan berat mencapai 6,8 kg. Selain dibudidayakan di wilayah Kepulauan Karibia dan Asia, sirsak juga dibudidayakan secara terbatas di bagian utara dan selatan Florida, Amerika Serikat. Namun biasanya hanya digunakan untuk konsumsi lokal.

tanaman sirsak Pixabay

Budidaya sirsak juga terdapat di sebagian kawasan Asia Tenggara. Sementara di Pulau Mauritius, budidaya dilakukan secara besar-besaran dan menjadi komoditas utama. Penghasil buah sirsak terbesar di dunia adalah Meksiko, kemudian Peru, Brasil, Ekuador, Guatemala, dan Haiti.

Pemanfaatan Tanaman Sirsak di Berbagai Negara

Buah sirsak mempunyai daging buah berwarna putih dan bisa dimakan, sedangkan bijinya berwarna hitam. Sirsak adalah buah kaya akan serat. buahnya dapat dikonsumsi secara langsung, sertadapat diolah menjadi jus, smoothies, sorbet, perasa es krim, hingga permen. Rasa buah sirsak yang unik membuatnya bisa diolah menjadi banyak penganan khas.

Buah sirsak dikonsumsi di banyak negara, seperti Meksiko, Brasil, Venezuela, Colombia, dan Fiji. Biasanya saat disajikan, bijinya tetap dibiarkan dan ketika hendak disantap baru dipilih dan dibuang. Kecuali jika dijadikan jus dengan blender, maka bijinya dikeluarkan terlebih dahulu.

Di Indonesia, buah sirsak biasa dijadikan minuman, seperti es buah maupun jus. Selain itu, buah sirsak juga dapat diolah menjadi makanan kecil seperti dodol. Caranya adalah dengan merebus daging buah sirsak dengan air serta tambahan gula, lalu campuran tersebut diaduk terus menerus hingga teksturnya mengeras. Dodol sirsak menjadi oleh-oleh khas dari beberapa kota di Indonesia.

Sementara di Filipina, buah sirsak disebut sebagai guyabano. Penamaan tersebut berasal dari bahasa Spanyol, guanabana. Di negara ini, umumnya buah sirsak dikonsumsi langsung saat matang, dijadikan jus, es krim, dan smoothies. Orang Filipina juga terkadang menggunakan daun sirsak untuk melembutkan daging.

Di Vietnam, buah sirsak umumnya dibuat jus atau dimakan langsung saat matang. Sementara di Kamboja, buah sirsak disebut dengan tearb barung. Di Malaysia, buah sirsak dinamakan durian belanda. Buah sirsak menjadi salah satu bahan Ais Kacang atau Ais Batu Campur. Sementara di Brunei Darussalam, buahnya disebut sebagai durian salat.

Buah sirsak dipanen dengan cara dipetik dari pohon ketika telah matang, atau dipetik ketika buah tua dan dibiarkan matang di ruangan gelap.

Manfaat Sirsak Bagi Kesehatan

Buah sirsak bukan hanya enak dimakan, namun juga menyimpan potensi untuk kesehatan. Buah yang rasanya asam manis ini kaya akan nutrisi, sehingga jika dikonsumsi dalam porsi yang tepat akan memberikan khasiat bagi tubuh.

sirsak Pixabay

Pada setiap 200 gram daging buah sirsak terkandung 110 hingga 130 kalori. Buah sirsak juga mengandung serat, karbohidrat, protein, vitamin C, vitamin B, kalium, magnesium, kalsium, zat besi, zinc, dan folat. Kandungan antioksidan dalam buah sirsak juga cukup tinggi.

Karena kandungan nutrisi yang dimilikinya, maka buah sirsak bermanfaat sebagai berikut:

1. Menikngkatkan Sistem Imunitas

Sifat antioksidan yang dimiliki buah sirsak, serta vitamin C yang ada didalamnya membuat sirsak sangat ampuh untuk menangkal radikal bebas. Daya tahan tubuh pun akan meningkat sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit. Risiko terkena penyakit kronis seperti diabetes, kanker dan hipertensi pun dapat ditekan.

2. Melancarkan Sistem Pencernaan

Kandungan serat yang tinggi dalam buah sirsak membuatnya efektif untuk melancarkan sistem pencernaan. Saluran cerna akan tetap aktif, serta makanan yang masuk ke dalam tubuh akan diolah dengan baik. Oleh sebab itu, buah sirsak sangat baik untuk mencegah sembelit.

3. Mencegah Kanker

Antioksidan yang tinggi di dalam buah sirsak memiliki sifat antikanker. Tidak hanya daging buahnya, namun daun sirsak juga mengandung antioksidan yang dapat menghambat pertumbuhan berbagai jenis sel kanker. Misalnya kanker prostat, hati, ginjal, mulut, dan payudara.