Taman Nasional Tesso Nilo – Riau

Taman Nasional Tesso Nilo adalah salah satu taman nasional yang berada di Pulau Sumatera, tepatnya di Provinsi Riau. Kawasan seluas 38.576 hektar ini merupakan perpaduan antara lahan basah dan kering, serta mempunyai ekosistem yang jarang ditemukan di wilayah taman nasional lainnya.

Hal tersebut menjadikan kawasan ini begitu kaya akan jenis flora dan fauna dan disebut sebagai taman nasional terkaya di dunia. Potensi tersebut juga menjadikan kawasan ini sebagai lokasi untuk melakukan berbagai kegiatan yang menyenangkan dan sayang untuk dilewatkan.

Sejarah Taman Nasional Tesso Nilo

Pada tahun 2003, Menteri Kehutanan mencabut izin atas areal hutan HPH PT. Inhutani IV pada kawasan Hutan Produksi Terbatas dari kelompok Hutan Tesso Nilo, kemudian mulai menyiapkannya sebagai kawasan konservasi Tesso Nilo.

Status Taman Nasional Tesso Nilo ditetapkan secara resmi berdasarkan keputusan Menteri Kehutanan No. 255/Menhut-II/2004 pada tanggal 19 Juli 2004 sebagai Taman Nasional Tesso Nilo seluas 38.576 hektar.

Kondisi Alam Taman Nasional Tesso Nilo

1. Letak dan Topografi

Taman Nasional Tesso Nilo berlokasi di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Indargiri Hulu, Provinsi Riau. Sedangkan secara geografis berada pada koordinat 00°05’40’’ – 00°20’47’’ Lintang Selatan dan 102°03’21’’ – 102°35’21’’ Bujur Timur.

Kawasan yang berada pada ketinggian antara 52 sampai 175 meter di atas permukaan laut ini memiliki kondisi topografi yang datar dan bergelombang dengan kemiringan antara 10° – 15°.

2. Iklim dan Hidrologi

Kondisi iklim di Taman Nasional Tesso Nilo tergolong sangat basah dengan rata-rata curah hujan 2.000 – 3.000 mm per tahun. Adapun Daerah Aliran Sungai yang mengalir di taman nasional ini yaitu DAS Kampar, serta Sungai Sawan, Sungai Sangkalalo, dan Sungai Mamahan

3. Ekosistem

Taman Nasional Tesso Nilo memiliki hutan hujan tropika dataran rendah atau lowland tropical rain forest. Sebagai hutan dengan tipe yang sudah jarang dijumpai, kawasan ini memiliki ekosistem transisi dataran tinggi dan juga dataran rendah. Ekosistem tersebut dikenal mempunyai keanekaragaman hayati yang sangat tinggi.

Flora dan Fauna Taman Nasional Tesso Nilo

Seperti yang telah disebutkan bahwa Taman Nasional Tesso Nilo memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang begitu tinggi. Hal tersebut juga membuat kawasan ini mempunyai banyak sekali spesies satwa, mulai dari jenis endemik hingga berbagai satwa yang dilindungi.

1. Flora

Beberapa sumber menyebutkan bahwa Taman Nasional Tesso Nilo adalah kawasan hutan yang memiliki jenis flora paling kaya di dunia. Hal tersebut cukup beralasan, mengingat ada banyak sekali keragaman flora di taman nasional ini, mulai dari jenis pepohonan, tumbuhan vaskular, dan masih banyak lagi.

Selain itu, kawasan ini juga menjadi habitat berbagai jenis flora yang terancam punah, seperti ramin (Gonystylus bancanus), gaharu (Aquilaria malaccensis), jelutung (Dyera polyphylla), kayu batu (Irvingia malayana), keruing (Dipterocarpus spp.), kulim (Scorodocarpus borneensis), dan berbagai jenis meranti (Shorea spp.).

Spesies seperti kempas (Koompasia malaccensis), beberapa spesies durian (Durio spp.), tembesu (Fagraea fragrans), keranji (Dialium spp.), berbagai jenis dari Aglaia spp., dan kelompok Sindora (Sindora leiocarpa, Sindora velutina, dan Sindora Brugemanii).

pohon durian bibitunggul.co.id

Sebuah penelitian berhasil mengidentifikasi bahwa ada lebih dari 83 jenis flora yang biasa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk menjadi bahan dasar obat untuk mengatasi kurang lebih 38 penyakit. Tidak hanya itu, ada juga 4 jenis flora yang berfungsi sebagai racun ikan.

Beberapa diantaranya adalah patalo bumi (Eurycoma longifolia) yang kerap digunakan sebagai fitofarmaka dengan nilai jual yang cukup tinggi dan juga pagago (Centella asiatica) yang mulai dibudidayakan oleh masyarakat dengan menanamnya di pekarangan rumah.

2. Fauna

Beberapa jenis satwa yang dapat dijumpai di kawasan ini yaitu harimau (Panthera tigris-sumatrae), tapir (Tapirus indicus), siamang (Hylobathes syndactylus), gajah Sumatera (Elephas maximus-sumatranus), beruang madu (Helarctos malayanus), dan rusa (Cervus timorensis).

siamang Pixabay

Sementara itu juga tercatat 18 jenis mamalia yang dilindungi menghuni kawasan Tesso Nilo, seperti rusa sambar (Cervus unicolor), pelanduk napu (Tragulus indicus), pelanduk kancil (Tragulus javanicus), berang-berang (Lutrogale perspiciliata), kijang (Muntiacus muntjak), dan kucing emas (Prionailurus planiceps).

Selain itu macan dahan (Neofelis nebulosa), kucing (Pardofelis marmorata), kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis), bintaung muntu (Arctictis binturong), landak Sumatera (Hystric brachyura), owa (Hylobates agilis), dan juga lutung budeng (Trachypithecus auratus) merupakan spesies yang dilindungi dan hidup di TN Tesso Nilo.

Kelompok aves atau burung yang tercatat di kawasan ini berasal dari 28 famili dengan 114 spesies. Di antara spesies tersebut terdapat satu spesies baru yaitu kipasan gunung (Rhipidura albicollis) dan satu spesies yang terancam punah tetapi belum dilindungi yaitu empuloh paruh kait (Setornis criniger).

Beberapa jenis burung yang langka dan dilindungi yaitu alap-alap capung (Microchierax fringillarius), elang ular bido (Spilornis cheela), pijantung kecil (Arachnothera longirostra), kuau (Argusianus argus), dan juga dua spesies rangkong badak  (Buceros rhinoceros dan Buceros bicornis).

Ada pula burung madu rimba (Hypogramma hypogrammicum), pijantung kampung (Arachnothera crassirostris), Ceyx rufidorsa, Lacedo pulchella, Halcyon pileata, julang jambul hitam (Aceros corrugates), enggang klihingan (Anorrhinus galeritus), dan juga kangakreng hitam (Anthracoceros malayanus) yang merupakan spesies burung dilindungi dan populasinya langka.

Spesies aves lain yang juga dapat dijumpai yaitu penyul (Rollulus rouloul), punai lengguak (Treron curvirostra), punai gagak (Ptilinopus jambu), punai bakau (Treron fulvicollis), punai kecil (Treron olax), sempidan (Lophura ignita), walik jambu (Chalcophaps indica), dan ayam hutan (Gallus gallus).

Ada juga tukik tikus (Sasia abnormis), caladi badok (Meiglyptes tukki), serindit (Loriculus galgulus), beter ekor panjang (Psittacula longucauda), perkutut (Geopelia striata), beo Sumatera (Gracula religiosa), serta nuri tanau (Psittinus cyanurus).

Semua spesies burung tersebut memiliki perannya masing-masing pada ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo. Misalnya sebagai pemerataan ekosistem, pemencar biji dan pemakan buah, burung yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dengan dikonsumsi dan juga burung yang dijadikan peliharaan.

Adapun kelompok reptil yang menghuni kawasan ini tercatat sebanyak 33 jenis dengan 8 speises ular, 2 spesies cicak terbang, 2 spesies buaya air tawar, 2 spesies bunglon, dan 1 spesies labi-labi. Sementara kelompok amfibi yang berhasil di identifikasi yaitu beberapa spesies katak (katak serasah, katak percil, katak lekat, dan katak pohon).

Kemudian untuk kelompok insekta terdapat kumbang (Coleoptera), wereng (Homoptera), cocopet (Dermaptera), lalat (Diptera), kupu-kupu dan ngengat (Lepidoptera), kepik (Hemiptera), kecoa (Orthoptera), semut (Hymenoptera), laron (Isoptera), undur-undur (Neuroptera), capung (Odonata), lebah, tawon, belalang, serta jangkrik.

Sedangkan ikan terdapat 50 spesies dari 13 genus, 16 suku, dan 4 ordo yang berasal dari kelompok  Cyprinid, Channidae, Akysidae, Chacidae, Siluridae, Pristolepididae, Belontidae, Clariidae, Balitoridae, Luciocephalidae, Hemirhampidae, Bagridae, Mastacembelidae, dan juga Belonidae.

Kegiatan dan Destinasi Wisata

Taman Nasional Tesso Nilo juga dikembangkan menjadi lokasi wisata dengan berbagai kegiatan yang sayang jika dilewatkan. Bahkan, beberapa agen tour telah menyediakan jasa dan paket khusus untuk pengunjung yang ingin menjelajahi pesona dari taman nasional ini.

1. Menyusuri Sungai Nilo

Kegiatan menyusuri Sungai Nilo dilakukan dengan menggunakan pompong yang dapat disewa dari masyarakat sekitar taman nasional ini. Waktu yang dibutuhkan untuk menyusuri sungai sekitar 1 sampai 3 jam, tergantung tujuan dan jarak yang dipilih oleh pengunjung.

2. Peddle Tour

Pengunjung yang hobi bersepeda wajib melakukan kegiatan satu ini. Apalagi di Taman Nasional Tesso Nilo sudah disediakan trek khusus untuk bersepada menjelajahi hutan. Meskipun begitu, pengunjung harus membawa sendiri sepeda untuk trekking karena pihak pengelola belum menyediakannya. Perjalanan dengan sepeda ini juga akan dipandu oleh guide.

3. Mengamati Gajah

Pengunjung dapat mengamati gajah di Taman Nasional Tesso Nilo dengan menyaksikan bagaimana kehidupan salah satu mamalia terbesar ini. Kegiatan yang dapat dilakukan pengunjung antara lain memberikan makanan dan minuman kepada gajah. Biasanya makanan yang diberikan adalah brownies, sedangkan minumannya adalah air mineral.

Pixabay

Setelah itu pengunjung juga dapat menyaksikan, bahkan turut serta memandikan gajah di kolam pemandian khusus gajah yang telah disediakan. Jika beruntung pengunjung dapat menyaksikan atraksi dan keterampilan yang dimiliki oleh gajah.

Apabila pengunjung membawa anak berusia 5 tahun ke atas, maka mengamati gajah dapat dilakukan di menara pemantau. Cara untuk mencapai lokasi tersebut dapat ditempuh dengan memanfaatkan gajah sebagai jasa transportasi. Rutenya biasa dimulai di sekitar Flying Squad atau Camp Flying Squad.

Ada pula kegiatan patroli gajah yang biasanya berlangsung selama 2 sampai 3 jam. Trek yang dilalui adalah menyusuri areal hutan, menyeberangi sungai kecil, dan juga rawa dangkal. Proses penggiringan gajah menggunakan meriam karbit juga dapat diamati dengan bantuan gajah flying squad

4. Panen Madu

Salah satu kegiatan yang menarik untuk dilakukan yaitu memanen madu. Pengunjung akan dibimbing oleh guide berpengalaman dan pemanjat madu. Mulai dari bagaimana proses memanen madu dari pohon sialang. Biasanya kegiatan ini dilakukan pada malam atau siang hari, tergantung lokasinya.

Selain itu, pengunjung juga dilengkapi dengan body protector untuk mengamankan dari serangan lebah madu. Setelah panen, sarang madu akan dimasukkan ke dalam tempat tertentu, sampai dengan proses meniriskan madu.

5. Mengamati Burung dan Mamalia

Pengamatan burung atau birding dapat dilakukan di dalam trek hutan pada pagi hari ataupun malam hari. Pengunjung dapat menyebutkan spesies burung yang ingin dilihatnya dan guide yang sudah berpengalaman akan memandu untuk menemukan spesies tersebut.

Selain pengamatan burung, pengunjung juga dapat mengamati mamalia atau mammals trekking. Jenis mamalia yang dapat diamati paling sedikit sekitar 20 sampai 35 spesies dengan didominasi oleh kelompok primata. Pengamatan dilakukan dengan flying camp di dalam areal hutan dengan dampingan seorang guide.

Biasanya lama waktu yang dibutuhkan untuk mengamati satwa ini menghabiskan waktu selama beberapa hari. Jika beruntung pengunjung dapat turut serta dalam proses pengamatan lebih jauh seperti pemasangan kamera dan video jebakan, pengecekan lokasi, pembuatan transek, sampai dengan pengambilan kembali kamera yang telah dipasang.

6. Mengenal Kehidupan Masyarakat Sekitar

Di Taman Nasional Tesso Nilo terdapat Dusun Terapung, Kuala Napu, yang dapat dikunjungi dan mencoba tinggal di sana. Wisatawan dapat hidup berdampingan warga kampung dan hidup layaknya warga setempat. Misalnya mengikuti pekerjaan yang dilakukan warga seperti mencari ikan. Pada sore hari peserta wisata dapat menikmati sunset yang begitu mempesona.

Referensi: berbagai sumber