tanah subur
tanah sehat

Tanah Subur dan Tidak Subur – Pengertian dan Cirinya

Subur atau tidaknya tanah berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Tanah merupakan tempat tanaman agar dapat tumbuh, mendapatkan air, unsur hara, udara dan sebagai tempat hidupnya mikroorganisme yang bermanfaat bagi kesuburan tanaman.

Kesuburan Tanah

Tanah yang subur adalah tanah memiliki sifat fisik, kimia dan biologis yang mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman, karena adanya beragam kandungan dalam tanah.

Kesuburan tanah dapat dilihat dari berbagai ciri yang nampak, serta menggunakan alat pengukur kesuburan tanah untuk menganalisa kondisi tanah.

tanah humus Pixabay

Ciri-Ciri Tanah Subur

Tingkat kesuburan tanah dapat berubah-ubah akibat faktor-faktor yang mempengaruhi. Misalnya, tanah yang pada awalnya subur kemudian berangsur-angsur berkurang kesuburannya dapat diakibatkan oleh:

  • Pengikisan lapisan tanah / erosi tanah
  • Penguapan unsur hara
  • Penggunaan bahan kimia atau pupuk buatan
  • Drainase yang buruk
  • dan lain sebagainya

Oleh karena itu, untuk mempertahankan dan mengembalikan kesuburan tanah baik di area hutan, persawahan atau perkebunan, umumnya dilakukan program konservasi tanah dan air.

cacing tanah Pixabay

Berikut ini adalah ciri-ciri tanah yang subur:

1. Kandungan Hara Tinggi

Hara merupakan salah satu zat yang dibutuhkan tanaman agar dapat tumbuh subur. Tanah yang baik harus banyak mengandung bahan organik dan unsur lain yang diperlukan tanaman.

Kandungan nutrisi atau humus dalam tanah mempengaruhi dan dipengaruhi mikrorganisme yang ada dalam tanah. Tanah yang memiliki kandungan humus atau hara yang subur dapat dilihat dari warnanya, yaitu berwarna kehitaman atau kecoklatan dengan bintik-bintik putih.

2. Kadar pH Netral

Ketika kita mengukur tanah dengan kesuburan yang baik, maka kita akan mendapati pH tanah berkisar 6,5 – 7,5 atau netral. Kondisi tanah yang memiliki pH netral akan bermanfaat bagi tanaman untuk menyerap unsur hara dan dapat menjadi habitat bagi mikroorganisme penyubur tanah.

Pada tanah yang terlalu asam, pH perlu disesuaikan dengan cara pengapuran. Sedangkan pada tanah yang terlalu basa, maka pemberian sulfur atau belerang yang juga terdapat pada pupuk ZA dapat diberikan agar tanah memiliki pH netral.

3. Tekstur Lempung

Tanah dengan tekstur lempung dapat mengikat berbagai mineral dengan baik sehingga tidak mudah terbawa air hujan. Oleh karena itu, strukur tanah lempung juga menjadi indikator bahwa tanah tersebut subur.

Akan tetapi, tanah dengan tekstur lempung yang terlalu tinggi juga memberikan dampak buruk, sebab air cenderung akan tergenang di tanah tersebut.

4. Organisme Tanah

Keberadaan cacing merupakan indikator yang juga menandai suatu lahan subur atau tidak. Cacing memiliki manfaat untuk menggemburkan tanah, sehingga akar tanaman mudah untuk masuk ke dalam tanah dan memperoleh nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan.

5. Mengandung Unsur Mineral

Tanah yang subur memiliki kandungan mineral yang lengkap yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Mineral-mineral yang terkandung dalam tanah yang subur antara lain boron, klorin, kobalt, besi, mangan, magnesium, molibdenum, zink dan sulfur. Untuk mengetahui mineral apa saja yang terkandung dalam tanah, maka diperlukan uji laboratorium.

6. Cocok Untuk Berbagai Tanaman

Untuk mengetahui tanah subur atau tidak subur, maka cara paling mudah adalah dengan melihat vegetasi yang tumbuh di suatu lahan. Karena tanah yang subur akan mudah ditumbuhi oleh berbagai tumbuhan.

tanah retak Pixabay

Ciri-Ciri Tanah Tidak Subur

Sedangkan tanah yang tandus atau tidak subur akan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Sedikit Vegetasi

Apabila lahan tidak memiliki atau hanya sedikit ditumbuhi vegetasi, maka tanah tersebut dapat dikatakan tidak subur. Tanah yang tidak subur tersebut umumnya karena kandungan unsur hara yang sedikit.

2. pH Asam atau Basa

Kadar pH tanah yang terlalu asam dan terlalu basa tidak baik untuk pertumbuhan tanaman. Jika pH tanah dibawah 6 dan diatas 7 maka tanaman dapat mengalami keracunan unsur Al (asam) atau keracunan Ca dan Molibdenum (basa).

3. Sedikit Organisme Tanah

Mikroorganisme yang dapat hidup didalam tanah berkaitan dengan kadar pH tanah. Tanah dengan kadar keasaman atau basa terlalu tinggi akan menyebabkan kematian pada jasad renik tanah.

4. Rendah Humus

Tanah yang mengandung sedikit humus pada umumnya disebabkan oleh erosi tanah sehingga tanah tersebut tidak subur. Humus adalah tanah yang memiliki kandungan organik sebagai habitat mikroorganisme penyubur tanah, sehingga tanah kaya akan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Humus yang terdapat dalam tanah juga akan membuat tanah mampu menahan air secara lebih baik, serta menjaganya dari risiko erosi.

5. Tekstur Keras

Akibat lapisan humus yang terkikis, maka tanah akan memiliki struktur keras. Tanah terdiri dari beberapa horizon. Horizon O adalah tempat lapisan humus, apabila horizon O ini hilang terbawa air maka hanya menyisakan horizon A berisfat tidak subur dan keras.

Tanah Subur Menjamin Ketersediaan Pangan

Degradasi lahan kini semakin memprihatinkan. Perkiraan dari lembaga yang mengurusi masalah lingkungan PBB, United Nations Environment Programme (UNEP) menyatakan bahwa degradasi lahan berpotensi mengurangi 12% produksi pangan dunia pada 2035.

Tanah adalah faktor pendukung utama sistem produksi pangan. Tanpa tanah yang sehat, maka makanan sehat tidak akan tersedia. Tanah yang sehat juga menjadi filter alami air hujan menjadi air tanah yang dapat dikonsumsi.

bajak sawah Pixabay

Selain itu, tanah juga menyimpan emisi karbon dalam jumlah besar, jauh lebih besar dibanding semua hutan yang ada di bumi. Hampir 70% spesies dunia hidup di daratan sehingga peran tanah sangat penting untuk menjaga keanekaragaman hayati.

Jika kegiatan penggunaan lahan yang tidak ramah lingkungan terus berlanjut, diprediksi lebih dari 849 juta hektar lahan alami terancam terdegradasi pada 2050. Data tersebut disampaikan oleh International Resource Panel.

Kebutuhan pangan menuntut terjadinya alih guna lahan. Lahan tanah yang awalnya berupa padang rumput, sabana dan hutan pada akhirnya akan diubah menjadi lahan pertanian dan perkebunan.

Kondisi ini menyebabkan 23% lahan dunia terdegradasi dan kehilangan keanekaragaman hayati. Contohnya industri pertanian saat ini yang telah menggunakan lebih dari 30% tanah di bumi. 10% daratan telah ditanami dan dijadikan lahan pertanian dan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Degradasi tanah akan menurunkan kualitas hidup makhluk hidup dan mengancam ketahanan pangan. Dampak ini semakin parah jika perubahan iklim juga tidak segera diatasi.

Referensi: http://www.hijauku.com/2015/06/18/tanah-subur-aset-utama-bumi/ | https://www.mallardsgroups.com/ciri-ciri-tanah-subur/ | http://www.pertanianku.com/ciri-ciri-tanah-subur-untuk-pertanian/ | https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/tanah/ciri-ciri-tanah-subur-dan-tidak-subur