Ternak Ikan Gurami – Jenis, Harga, Cara Budidaya, Keuntungan & Tantangan

Ternak ikan gurami bisa jadi pilihan untuk memulai usaha budidaya ikan. Sebab, permintaan terhadap jenis ikan air tawar termasuk gurame hampir tak pernah surut.

Ikan gurami adalah salah satu jenis ikan yang paling populer di kalangan masyarakat Indonesia sebagai ikan konsumsi. Ikan ini setiap hari selalu laris di pasaran.

Disamping itu, ternak ikan gurami ternyata menghasilkan keuntungan yang cukup menggiurkan. Akan tetapi, budidaya ikan ini tak bisa dilakukan sembarangan, sebab ada beberapa cara dan trik tertentu agar mendapatkan hasil yang maksimal dari budidaya ikan air tawar ini.

Jenis Ikan Gurami

Sebelum memulai budidaya gurami, pastikan kita mengenali beberapa jenis ikan gurameh yang bisa dibudidayakan beserta cara pemeliharaannya. Berikut ini adalah anek jenis ikan gurami yang populer diternakkan di Indonesia, antara lain:

ternak gurami ilmubudidaya.com

1. Gurami Soang

Gurame jenis ini paling sering dijual oleh pedagang pasar ikan dan juga bahan baku masakan restoran. Biasanya, ikan gurami soang memiliki berat sekitar 700 gr hingga 1,2 kg di usia 12 bulan.

2. Gurami Jepang

Jenis gurami jepang sangat terkenal di daerah Jawa Tengah. Di pasaran, biasanya gurame ini dijual dengan bobot mencapai 3 sampai 4 kg per ekor.

3. Gurami Porselen

Jenis gurami porselen bentuknya berbeda dengan jenis gurami lainnya. Guramih ini memiliki warna kulit agak merah muda dengan sisik keperakan. Ukurannya pun cenderung lebih kecil dengan berat rata-rata sekitar 1,5 kg sampai 2 kg ketika masa panen.

4. Gurami Kapas

Ciri fisik paling khas dari gurami kapas adalah tubuh berwarna putih dengan sisik cukup keras. Beratnya cenderung lebih ringan dibanding jenis ikan gurami lain karena maksimal hanya mencapai angka 1,5 kg.

5. Gurami Bastar

Ikan gurami jenis ini memiliki warna abu-abu yang mampu tumbuh besar antara 6 sampai 9 kg. Namun produktivitas telur gurameh bastar cukup rendah sehingga jarang dikonsumsi karena ketersediaannya terbatas.

6. Gurami Blue Safir

Jenis gurami yang biasa diternakkan berikutnya adalah gurami blue safir. Salah satu ciri yang paling mencolok dari jenis ini adalah garis merah di sekitar tubuhnya. Umumnya, gurami blue safir hanya mampu mencapai berat maksimal sekitar 2 kg.

7. Gurami Paris

Ikan gurami paris berwarna merah muda dan cenderung keemasan. Jenis ini biasa dijadikan bahan masakan di restoran-restoran besar. Bobot maksimal gurame paris mencapai 1,5 kg.

Ukuran dan Harga Benih Gurami

Ukuran benih untuk ternak ikan gurami cukup variatif. Semakin besar ukurannya, maka semakin mahal pula harganya. Jadi sebaiknya, belilah benih berukuran di atas 2 cm dan tidak memulainya dari benih telur ikan. Alasannya adalah karena beternak ikan dari ukuran telur membutuhkan perawatan yang jauh lebih sulit.

Adapun harga benih ikan gurami berdasarkan ukurannya adalah sebagai berikut:

  • Gurami ukuran 2-3 cm seharga Rp 135 per ekor
  • Gurami ukuran 3-4 cm seharga Rp 175 per ekor
  • Gurami ukuran 4-6 cm seharga Rp 200 per ekor
  • Gurami ukuran 5-7 cm seharga Rp 300 per ekor
  • Gurami seukuran jempol orang dewasa seharga Rp 500 per ekor

Cara Beternak Ikan Gurami

Tentukan dulu jenis kolam yang akan digunakan untuk beternak gurami. Ada beberapa jenis kolam yang umum untuk beternak ikan gurame, yaitu kolam tanah dan kolam terpal dengan masing-masing keunggulan dan kelamahannya. Setelah kolam siap, maka benih sudah siap ditebar dibudidaya.

abahtani.com

Pada hari pertama pemindahan benih ke kolam, usahakan agar benih-benih ikan gurami tersebut tidak diberi makan pellet. Dengan kata lain, ikan akan berpuasa selama dua hari penuh.

Setelah itu, baru beri pakan yang terdiri dari 4 kg pelet ditambah 2 tutup botol cairan pemacu pertumbuhan ikan, 3 tetes cairan tebu, 1 tutup botol penutrisi ikan, dan 1 liter air. Jangan lupa juga untuk memberi benih-benih ikan tersebut pakan organik, berupa daun pepaya, ampas tahu, bekatul, ataupun kotoran ayam dan sapi yang telah dikeringkan.

Sebaiknya, jangan beri makan benih-benih ikan gurami dengan pellet saat musim pancaroba. Berikan mereka pakan berupa dedaunan, seperti kangkung, daun lumbu, ataupun daun pepaya. Tujuannya untuk memperkaya nutrisi sehingga ikan terhindar dari risiko serangan hama dan penyakit.

Masa ternak ikan gurami ini sekitar 10 sampai 12 bulan dengan bobot rata-rata mencapai 800 gr sampai 1 kg per ekor. Harga jual gurami untuk dikonsumsi dengan ukuran sedang sekitar Rp 20 ribu per kg, gurami soang sekitar Rp 45 ribu per kg, dan gurami berkualitas super sekitar Rp 60 ribu per kg.

Keuntungan & Tantangan Ternak Ikan Gurami

Setiap usaha ternak ikan pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, begitu juga dengan budidaya ikan gurami ini. Oleh sebab itu, para pelaku usaha ini wajib tahu dan mampu menganalisa terlebih dulu agar mendapatkan keuntungan maksimal.

ternak ikan gurami gdmorganic.com

1. Keunggulan Budidaya Ikan Gurami

Sebagai salah satu ikan yang banyak dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat, ikan gurami mempunya beberapa kelebihan yang dapat memberikan benefit bagi pembudidaya, antara lain:

  • Harga Jual

Ikan gurami adalah jenis ikan air tawar dengan harga jual cukup tinggi ketimbang jenis ikan air tawar lainnya. Dengan demikian, para pelaku usaha ternak ikan ini bisa mendapatkan untung yang besar pula. Tentunya untuk mendapatkan harga jual yang tinggi ini, ikan gurami harus dirawat dan dipanen dengan cara-cara yang tepat.

  • Pangsa Pasar

Ikan gurami memiliki pangsa pasar khusus, yaitu masyarakat menengah ke atas. Bahkan, hampir semua kalangan sangat menyukai ikan ini. Jadi tidak heran, jika permintaan ikan gurami setiap tahunnya semakin meningkat.

  • Persaingan Usaha

Dalam hal persaingan usaha, ternak ikan gurame cenderung tidak terlalu sulit dibandingkan dengan ternak jenis ikan air tawar lainnya. Meski demikian, persaingan usaha di setiap kota di Indonesia tentu berbeda-beda. Oleh karena itu, para peternak dan pelaku usaha satu ini wajib cermat dan jeli untuk melihat prospek yang ada.

2. Tantangan Ternak Gurami

Disamping keunggulan yang dimilikanya, usaha budidaya ikan gurami juga mempunyai risiko yang harus diantisipasi, yaitu:

  • Proses Panen Lama

Salah satu kekurangan ternak ikan gurami adalah proses panen yang jauh lebih lama ketimbang ikan air tawar lainnya. Ketika panen bisa dilakukan dengan lebih cepat, sudah pasti perputaran modal dan keuntungan yang didapat pun jauh lebih cepat

Namun, ketika panen lebih lama maka perputaran modal dan keuntungan juga lebih lama. Padahal kecepatan perputaran modal ini sangat penting dilakukan agar proses usaha bisa berjalan dengan baik.

  • Membutuhkan Lahan Luas

Kekurangan berikutnya adalah kebutuhan lahan yang terbilang luas supaya bisa memberi ruang bernapas bagi ikan-ikan itu sendiri. Apabila dibandingkan dengan ikan lele yang bisa menampung ribuan ekor ikan per meter persegi, maka ikan gurami dalam ukuran kolam yang sama hanya mampu menampung sekitar 20-an ekor.

  • Harga Fluktuatif

Jika dibandingkan dengan pemasaran ikan lele, ikan gurami cenderung lebih sulit. Apalagi tidak terlalu banyak warung yang menjual menu ikan gurami.

Apabila dilihat dari harganya, ikan gurami jelas lebih mahal. Oleh sebab itu yang mengonsumsi ikan ini hanya dari kalangan masyarakat menengah atas, sedangkan kalangan lainnya lebih memilih jenis ikan air tawar yang harganya lebih terjangkau.

  • Potensi Penyakit

Tentu saja setiap ikan berpotensi terserang beragam jenis penyakit termasuk ikan gurameh. Ikan gurami cukup rentan terhadap beberapa penyakit dan termasuk ikan yang mudah stres.

Biasanya, ikan gurami ini berisiko terserang parasit atau jamur yang menempel di tiap bagian tubuhnya. Jika ikan mengalami hal tersebut, maka segera lakukan penanganan agar penyakit tersebut tidak menyebar ke ikan-ikan lain.