Panduan Ternak Lovebird – Persiapan Kandang, Indukan, Penjodohan, Penetasan dan Pakan

Lovebird adalah salah satu dari 9 jenis spesies burung genus Agapornis. Burung ini berukuran kecil dengan warna-warna cerah dan mempunyai sifat sosial. Burung loverbird merupakan satwa yang berasal dari Afrika dan Madagaskar.

Di Indonesia, burung lovebird populer dijadikan burung kicauan. Oleh karena banyak peminat burung yang memeliharanya, maka muncul peluang bisnis ternak lovebird.

Selain karena kicauan dan warnanya yang cantik, lovebird juga mudah dipelihara bahkan oleh pemula yang baru terjun ke bidang peternakan burung. Sehingga tak heran jika saat ini banyak orang yang mulai melakukan budidaya lovebird, baik untuk bisnis atau sekadar hobi.

Karakteristik Burung Lovebird

Menurut penelitian, nama lovebird berasal dari karakter burung tersebut. Burung ini menyukai hidup secara berdampingan dan saling menyayangi satu sama lain. Bahkan, burung lovebird dikenal hanya bisa memiliki satu pasangan sepanjang hidupnya. Keunikan ini pula yang membuat ternak lovebird banyak dilakukan oleh masyarakat, terutama para pecinta burung.

lovebird Pixabay

Membahas mengenai karakter fisik burung lovebird sudah pasti mampu membuat siapa saja kagum melihatnya. Burung lovebird memiliki bulu dengan aneka warna cerah dan indah dipandang. Meskipun sebagian besar warna lovebird adalah hijau terang, tapi ada juga beberapa jenis lovebird yang memiliki warna-warna mencolok lain, seperti biru, putih, serta kuning.

Selain warna, ciri fisik yang paling menonjol dari lovebird adalah paruhnya yang bengkok dengan tubuh relatif kecil. Rata-rata ukuran tubuh lovebird hanya sekitar 13 cm sampai 17 cm dengan berat 40 gram hingga 60 gram.

Cara Ternak Lovebird

Setelah mengenal ciri dan karakteristik burung lovebird, maka selanjutnya kita perlu mengetahui bagaimana cara beternak lovebird yang baik dan benar.

ternak lovebird universitasburung.com

1. Siapkan Kandang Untuk Lovebird

Mempersiapkan kandang sudah pasti jadi hal utama yang harus dilakukan oleh para peternak jenis apapun, termasuk lovebird. Kandang yang disiapkan dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan, tergantung dari jumlah burung yang akan dipelihara.

Bagi para pemula yang ingin mengawali ternak lovebird, dapat mencobanya dengan memelihara sepasang burung terlebih dahulu. Oleh sebab itu, sebaiknya siapkan kandang berukuran 20 cm x 20 cm x 25 cm yang terbuat dari kayu.

Jika tidak ingin repot, kita dapat membeli kandang di toko perlengkapan hewan. Sementara untuk sarang bertelurnya, siapkan serutan kayu atau ranting kecil disertai dedaunan kering.

2. Memilih Indukan Berkualitas

Setelah kandang siap, maka yang harus dilakukan berikutnya adalah memilih indukan burung lovebird yang berkualitas. Pemilihan indukan ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Sebaiknya, beli sepasang burung lovebird dari peternak terpercaya untuk menjamin indukan yang kita budidayakan benar-benar sehat dan berkualitas.

Ketahui juga perihal usia burung lovebird yang akan dijadikan indukan. Biasanya, seekor indukan lovebird betina matang secara seksual dan optimal saat menginjak usia 1 tahun, sementara indukan jantan berusia 8 bulan.

Selain itu, ketahui juga apa saja perbedaan antara burung lovebird jantan dan betina. Untuk membedakan kelamin loverbird janan dan betina, silakan ikuti panduang berikut:

  • Ciri Lovebird Jantan
    • Posisi kaki burung lovebird jantan akan lebih rapat saat bertengger
    • Apabila dilihat dari bagian sayap belakang, burung lovebird jantan lebih menyatu saat bertengger
    • Burung lovebird jantan memiliki tulang pubis yang cenderung lebih keras dengan jarak lebih kecil atau menyempit saat diraba
    • Burung lovebird jantan memiliki postur tubuh lebih kecil dan runcing
    • Lubang hidung lovebird jantan berbentuk oval dan memanjang
    • Burung lovebird jantan terlihat lebih ramping dengan bentuk bulu yang cenderung tidak tegas
    • Burung lovebird jantan memiliki warna bulu lebih mencolok dan kontras
  • Ciri Lovebird Betina
    • Burung lovebird betina memiliki jarak lebih lebar saat bertengger
    • Ujung sayap burung lovebird betina pada bagian belakangnya tidak menyatu saat bertengger
    • Ekor burung lovebird betina berbentuk lebih rata
    • Paruh lovebird betina lebih besar dan lebar
    • Lubang hidung burung lovebird betina terlihat lebih bulat
    • Bobot lovebird betina lebih berat ketimbang jantan
    • Bulu lovebird betina terlihat lebih tegas dan berwarna kusam
    • Tulang pubis burung lovebird betina terasa lebih lembut, elastis, dan berjarak

3. Persiapan Kawin

Tahapan penting lain saat menjalan ternak lovebird adalah melakukan persiapan kawin. Tapi sebelum melakukan proses ini, sebaiknya biarkan burung lovebird betina dan jantan saling mengenal. Hal ini bertujuan agar mereka lebih akrab dan proses kawin berjalan lancar.

Saat melakukan proses perkenalan, ada baiknya untuk tidak menyatukan lovebird jantan dan betina dalam satu kandang. Sebab, dikhawatirkan mereka akan saling menyerang satu sama lain sehingga yang perlu dilakukan adalah mendekatkan kandang masing-masing burung tersebut.

Setelah burung lovebird jantan dan betina telah saling mengenal, akrab, dan siap kawin, maka langkah berikutnya adalah proses penyatuan kedua burung tersebut. Jangan lupa juga untuk menempatkan wadah khusus bertelur ke dalam kandangnya.

Meski begitu, biasanya lovebird betina akan membuat sarangnya sendiri. Sehingga kita hanya perlu mempersiapkan beberapa bahan alami di dalam kandang, seperti daun kering, ranting, dan lain sebagainya.

Setelah mengalami pembuahan, biasanya burung lovebird betina akan menghasilkan telur sebanyak 4 sampai 5 butir. Jumlah tersebut bisa dikatakan normal. Jika kurang dari jumlah rata-rata tersebut, maka bisa dipastikan proses pembuahan burung lovebird tersebut tergolong abnormal.

4. Pengeraman Telur

Setelah melakukan proses kawin, maka selanjutnya adalah memperhatikan calon telur-telur lovebird yang tengah dierami. Biasanya, tugas mengerami telur ini dilakukan oleh burung lovebird betina.

Dalam proses pengeraman telur, lovebird betina memerlukan waktu sekitar 22 sampai 25 hari sampai telur-telur tersebut menetas dengan sendirinya. Agar kondisi induk dan telurnya sama-sama baik, maka beri ketenangan dan keamanan di sekitar kandang agar bebas dari gangguan luar. Dengan begitu, induk lovebird bisa fokus mengerami telur-telurnya.

Pastikan untuk memeriksa kondisi telur secara rutin. Sebab, jika sudah lewat dari 26 hari tapi telur tak kunjung menetas, maka segera singkirkan telur-telur tersebut supaya lovebird betina bisa bertelur kembali.

5. Pakan Induk dan Anakan Lovebird

Jenis pakan lovebird yang biasa digunakan adalah milet putih, milet merah, dan juga biji bunga matahari. Namun pemberian biji bunga matahari harus selalu dikontrol dengan baik, karena biji bunga tersebut mengandung banyak lemak yang tidak baik untuk pertumbuhan lovebird.

Sementara untuk pakan anakan lovebird, biasanya induk lovebird akan memberinya makan sehingga yang perlu dilakukan hanyalah menyiapkan pasokan makanan lebih banyak di dalam kandang. Hal ini bertujuan agar nutrisi induk dan anakan lovebird bisa lebih optimal.

Biasakan memberi pakan dari bahan-bahan alami, seperti kangkung dan jagung muda secara rutin. Jangan lupa juga berikan nutrisi tambahan lainnya, seperti vitamin yang dicampurkan ke dalam air minum burung lovebird. 

6. Pemisahan Induk dan Anakan Lovebird

Ternak lovebird ini akan berlanjut pada pemisahan antara induk dan anakan. Biasanya, proses ini dilakukan saat anakan lovebird sudah menginjak usia 14 hari. Beri kandang khusus yang telah dilengkapi dengan lampu sebesar 5 watt agar tubuh anakan lovebird tetap hangat.

Pemberian pakan juga harus tetap dilakukan sampai anakan tersebut bisa makan sendiri. Kita bisa menyuapi anak-anak lovebird setiap empat jam sekali dengan perhatian ekstra agar tumbuh dengan optimal.