Tikus Raksasa Flores – Hewan Pengerat Endemik Asli Indonesia

Hewan pengerat seperti tikus umumnya dianggap sebagai hama. Hama tikus umumnya menjadi musuh petani karena merusak tanaman pertanian seperti jagung maupun padi. Mamalia menjijikan ini memiliki reproduksi yang sangat cepat sehingga populasinya sulit dikendalikan.

Tikus pun digolongkan menjadi beberapa jenis, antara lain mencit, tikus rumah, tikus got, tikus sawah, tikus wirok serta celurut. Selain itu, ada pula tikus berukuran jumbo yang menjadi hewan unik asal Flores. Spesies ini dijuluki Tikus Raksasa Flores.

Tikus Raksasa Flores

Tikus berbadan besar ini mempunyai nama ilmiah Papagomys armandvillei dan hidup di pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Tikus Raksasa Flores termasuk dalam populasi kawasan Hutan Lindung Ruteng dengan menempati habitat seperti hutan primer dan hutan sekunder di berbagai ketinggian.

Tikus Flores termasuk hewan aneh dan eksotis. Ia mewakili spesies dari genus Papagomys yang masih hidup hingga saat ini dan berasal dari keluarga Muridae.

Taksonomi

Tikus Raksasa Flores mempunyai nama ilmiah Papagomys armandvillei dengan klasifikasi sebagai berikut:

KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasMammalia
OrdoRodentia
FamiliMuridae
GenusPapagomys
SpesiesP. armandvillei

Morfologi

Hewan pengerat ini memiliki ukuran kepala dan tubuh yang besar, panjangnga sekitar 41 cm hingga 45 cm dengan ekor sepanjang 33 cm sampai 70 cm. Jadi jika ditotal, panjangnya mencapai 74 cm hingga 117 cm.

jenis tikus raksasa nationalgeographic.com

Bisa kita bayangkan, betapa besarnya tikus ini dibandingkan tikus got Rattus norvegicus yang umumnya juga berukuran besar. Berat tikus raksasa asal flores pun mencapai 2,5 kg.

Tikus flore mempunyai telinga kecil dan bulat, tubuh gembal dan ekor kecil yang panjang. Rambut atau bulu tumbuh disekujur tubuhnya dan berwana hitam pekat. Giginya tersusun dari geraham berukuran besar. Adanya gigi geraham ini menunjukkan jika pengerat ini mengonsumsi dedaunan, buah dan serangga.

Habitat

Sebelum ditemukan dan dipublikasikan secara ilmiah, tikus raksasa flores sering dianggap sekedar mitos. Sebab, habitat tinggalnya jauh dari permukiman manusia. Tikus raksasa ini tinggal di kawasan hutan lindung yang lebat di kawasan Ruteng, Manggarai, NTT.

Status Konservasi

Papagomys armandvillei berstatus sebagai spesies yang terancam punah menurut IUCN atau Union for Conservation of Nature and Natural Resources. Penyebab kelangkaan dan ancaman kepunahan ini karena perburuan subsistem dan pemangsaan oleh karnivora seperti anjing dan kucing.

9gag.com

Tikus Raksasa di Indonesia

Selain tikus raksasa endemik Flores, Indonesia memiliki tikus lain yang ukuran tubuhnya besar, akan tetapi kondisinya saat ini telah punah. Berdasarkan temuan tulang belulang dan fosil di gua-gua purba Flores, setidaknya adal 10 ribu tulang tikus.

Dari tulang-tulang ditemukan tersebut, disimpulkan ada 5 spesies tikus raksasa yang berbeda, mulai dari Rattus hainaldi hingga Tikus Raksasa Flores. Tikus raksasa yang ada di Flores juga masih berkerabat dengan Tikus Raksasa Timor yang fosilnya ditemukan di Fatukanutu, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, NTT.

Selain itu, temuan tikus raksasa juga pernah diteliti di Timor Leste. Bahkan ada pendapat jika manusa gua Timor hidup berdampingan dengan hewan pengerat ini.

Daerah lain yang juga menjadi tempat tinggal tikus raksasa di Indonesia adalah Pulau Sumba. Dari fosil yang ditemukan, perkiraan sekitar 12.000 tahun lalu ada hewan pengerat berukuran raksasa disini.

Selanjutnya, tikus raksasa juga tersebar di pulau-pulau lain, seperti Sumatera. Di pulau ini, pernah hidup Tikus Bambu Sumatra (Rhizomys sumatrensis) yang panjangnya mencapai 50 cm dari hidung sampai ujung ekor. Bobotnya bahkan dapat mencapai 4 kg. Lalu Tikus Gunung Raksasa Sunda (Sundamys infraluteus) yang digambarkan sebagai spesies pemakan segala. Badannya berukuran besar dan hidup di hutan-hutan pegunungan Sunda.

Kemudian yang masih menjadi misteri adalah tikus raksasa yang ada di hutan Papua. Para peneliti meyakini hewan ini masih ada karena luasnya kawasan hutan Papua yang belum terjamah.