Tips Backpacking Untuk Backpacker Pemula

Tips Backpacker – Apa yang terlintas dalam benak saat ada seseorang yang menyebutkan backpacker? Perjalanan menggunakan ransel super besar? liburan murah dan hemat? atau justru nama-nama seperti Agustinus Wibowo dan Trinity yang terpikirkan?

Pengertian Backpacker

Membahas backpacker tentu tidak akan lepas dari traveler dan flashpacker. Tampak serupa, tetapi sebenarnya ketiganya memiliki perbedaan.

Para traveler tentu telah menyiapkan dana yang besar untuk berlibur, mereka bahkan telah memilih hotel, resto, café, dan out fit khusus untuk berlibur. Intinya, berlibur harus benar-benar dinikmati dengan fasilitas yang super nyaman.

Sedikit berbeda dengan flashpacker. Meski para flashpacker telah memiliki dana liburan (walau tak sebesar dana para traveller). Para flashpacker ini tidak terlalu boros dalam membelanjakan uangnya. Inti dari liburan mereka adalah sampai dulu di tempat tujuan, mau menginap di mana dan ke mana dipikirkan setelah sampai di kota tujuan.

Pixabay

Artinya, para flashpacker sudah menyiapkan dana untuk hotel di daerah wisata yang biasanya lumayan mahal. Selain itu, mereka tidak segan merogoh kantong lebih dalam demi cepat sampai pada tujuan. Ini dikarenakan para flashpacker adalah mereka yang memiliki rencana liburan mendadak, minim persiapan, dan tidak memiliki banyak waktu untuk berlibur. Jadi, mereka tak perlu berpikir panjang untuk menyewa taksi khusus demi cepat sampai ke tujuan.

Sedangkan backpacker menurut Pendiri Komunitas Backpacker Dunia (KBD), Elok Dyah Messwati, didefinisikan sebagai orang yang melakukan perjalanan mandiri. Bila traveler dan flashpacker tak segan-segan menggunakan jasa tour & guide, para backpacker justru menghindari dua hal tersebut.

Para backpacker sangat memuja kebebasan waktu berlibur, bila lelah mereka akan beristirahat selama yang mereka mau. Tak terikat waktu yang ditentukan oleh pihak tour & guide.

Mereka merencanakan liburan dari jauh-jauh hari, mencari semua informasi terkait lokasi tujuan, hingga mempelajari budaya masyarakat setempat terlebih dahulu. Selain itu, para backpacker biasanya memiliki banyak waktu untuk berlibur, itulah mengapa mereka juga disebut sebagai smart traveler.

Mereka harus mampu mengatur keuangan mereka selama berlibur. Tidur di hotel yang paling murah, bila perlu numpang di rumah kenalan. Makan dengan menu lokal di warung yang sederhana, berlibur ke lokasi wisata yang terjangkau dan lebih suka berinteraksi dengan warga lokal.

Tips Backpacker Asyik dan Menyenangkan

Berminat menjadi backpacker? Berikut beberapa tips menjadi backpacker mudah, murah, namun liburan tetap menyenangkan.

1. Cari Informasi Sebanyak-banyaknya Seputar Daerah Berlibur

Setelah menetapkan tujuan, maka carilah informasi sebanyak-banyaknya seputar tempat tujuan. Misalnya, pilih hotel yang murah tetapi juga dekat dengan beberapa lokasi wisata yang diincar. Mencari restoran murah yang sesuai dengan kantong, transportasi yang murah, dan penyewaan kendaraan yang murah.

pasar apung Pixabay

Bila kesulitan, bisa browsing dengan kata kunci ‘tips backpacker’. Misal: tujuan backpacking-nya ke Thailand, Malaysia, atau yang sedang hits Korea. Maka carilah dengan kata kunci tips backpacker ke Malaysia, tips backpacker ke Thailand, tips backpacker ke Korea.

Dengan keywords tersebut, para backpacker pemula akan menemukan banyak sekali artikel dari para backpacker yang berbagai pengalaman dan sudah pernah ke sana. Tentunya, mereka akan menceritakan secara detil, seperti harga tiket masuk; transportasi yang paling murah dan cara mendapatkan tiketnya; restoran murah, halal, dan enak; dan tips-tips lain yang pastinya sangat berguna.

2. Berburu Tiket Murah dan Promo Hotel Murah

Jangan sedih jika tiket ke lokasi tujuanmu mahal. Beberapa maskapai dan aplikasi travel sering mengadakan gebyar promo hingga 50% dari harga normal. Bukan hanya berlaku untuk weekday, tetapi berlaku juga saat weekend atau peak season.

3. Tanya Pada yang Berpengalaman

Bila mempunyai keluarga atau teman yang sudah pernah berkunjung ke daerah tujuan kita, maka mintalah saran untuk menjadi backpacker kepada mereka. Terutama perihal budaya masyarakat setempat. Karena sering terjadi, wisatawan asing atau luar daerah ‘dijebak’ dengan harga yang selangit.

Contohnya ketika naik becak, satu atau dua penumpang, tarifnya tetap sama kan? Peraturan ini berbeda bila kita backpacking ke Banyuwangi. Di sana, bila yang naik becak ada 2 orang, maka tarif yang berlaku untuk 1 orang saja. Alias bayar double. Atau, tarif sewa tuk-tuk selama satu hari penuh di daerah Chiang Mai, Thailand, jauh lebih murah dari pada tarif tuk-tuk one way ke beberapa destinasi wisata.

4. Membuat Anggaran Liburan

Setelah mengumpulkan informasi, menentukan lokasi-lokasi wisata, hotel, dan transportasi, selanjutnya buatlah anggaran berlibur. Tujuannya, agar kita bisa mengetahui jumlah pengeluaran pasti, dan bisa memprediksi harus membawa bekal berapa.

Bila setelah ditotal ternyata masih mahal, maka kita harus mencari alternatif lain. Seperti ganti moda transportasi, mencari hotel yang lebih murah tapi tidak terlalu jauh, mengajak teman bergabung supaya bisa share cost hotel, dan lainnya.

5. Rajin Olahraga

Sama halnya seperti mendaki gunung, ketika menjadi backpacker kamu akan menggendong tas yang besar dan mungkin melakukan perjalanan dengan jalan kaki yang cukup jauh atau melelahkan, maka para backpacker pemula harus melatih fisiknya terlebih dahulu. Seperti jalan pagi, lari pagi, bersepeda, push-up, dan aktifitas fisik lainnya. Tujuannya, supaya tubuh kita tidak ‘kaget’ saat diajak berjalan dengan membawa beban.

lari pagi Pixabay

6. Bawa Barang yang Penting dan Perlu

Tips backpacker selanjutnya adalah hindari membawa barang-barang yang tidak terlalu penting. Bila berencana membeli kaos di lokasi tujuan, maka bawalah baju secukupnya.

Barang-barang yang wajib dibawa para backpacker adalah kamera poket + charger, tripod atau tongsis, power bank karena pasti sangat membutuhkan GPS dan translator bahasa, botol minum (bisa diisi di hotel dan mengurangi sampah plastik), itinerary perjalanan, kontak hotel dan rental kendaraan bila memang menyewa kendaraan, jadwal keberangkatan kereta atau bis, dompet, kartu debit/credit berlogo visa/mastercard, paspor bagi yang ke luar negeri, KTP, tas lipat kain untuk menaruh barang (sebagai upaya mengurangi sampah plastik), sepatu atau sandal yang nyaman untuk perjalanan jauh, topi dan sun glasses bila memang ke daerah yang panas dan terik, dan tentunya jaket tebal lengkap dengan sarung tangan, kaus kaki, dan topi rajut bila tujuannya ke daerah yang dingin.

7. Seringlah Berinteraksi Dengan Masyarakat Lokal

Tips backpacker terakhir adalah sering-sering berinteraksi dengan masyarakat setempat. Selain menjadi lebih mengenal karakter dan budaya masyarakat, berinteraksi dengan warga lokal bisa memberikan banyak keuntungan. Seperti, tumpangan gratis, tips masuk wisata dengan harga murah, sampai diajarkan bahasa daerah supaya mendapat harga lebih murah. Tentunya, kita jadi punya banyak kenalan.

backpacker Pixabay

Adakah yang lebih menyenangkan selain menjadi bagian dari daerah tersebut?

Dengan berbagai tips menjadi backpacker di atas, kita akan mendapatkan pengalaman perjalanan yang begitu kaya.

Jangan lupa, para backpacker juga dikenal sangat mencintai lingkungan. Mereka tidak akan membuang sampah sembarangan, merusak fasilitas umum, dan menghindari aksi vandalisme. Selamat menjadi backpacker!