Tumbuhan Dikotil dan Monokotil – Pengertian, Perbedaan & Contoh Tanaman

Tumbuhan dikotil dan monokotil merupakan pengelompokkan tumbuhan berdasarkan jumlah kepingan pada bijinya. Seperti yang telah diketahui, tumbuhan adalah salah satu makhluk hidup atau organisme dengan ragam jenis dan spesies. Keragaman bentuk, warna, dan jenis ini menjadi sangat menarik untuk dipelajari lebih dalam.

Tanaman dikotil dan monokotil adalah jenis tumbuhan yang memiliki ciri khas khusus. Nah, agar kita dapat lebih mengenal perbedaan dikotil dan monokotil, maka simak penjelasan berikut ini.

Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil

Secara mendasar, perbedaan antara tumbuhan dikotil dan monokotil terletak pada jumpah keping bijinya. Tumbuhan dikotil memiliki biji berkeping dua, sedangkan monokotil merupakan tumbuhan dengan biji berkeping satu atau tunggal.

Tumbuhan Dikotil dan Monokotil Pinterest

Berikut ini adalah penjelasan mengenai perbedaan keduanya secara lebih detail, yaitu:

1. Perbedaan Akar

Jika dilihat dari akarnya, tumbuhan dikotil memiliki akar yang tidak berempulur. Sementara floem pada akar tumbuhan dikotil berada tepat di bagian luar xylem atau yang dibatasi dengan kambium.

Pembuluh xylem pada dikotil berdinding tebal dengan sedikit serat, namun memiliki jumlah jaringan parenkim yang cukup banyak. Periskelnya hanya terdiri dari satu lapis sel saja dengan batas kaliptra dan ujung tumbuhan yang tak begitu jelas.

Sementara tumbuhan monokotil memiliki akar yang tidak berkambium dengan periskel yang hanya terdiri dari beberapa sel membentuk akar lateral. Tumbuhan monokotil juga memiliki floem dan xylem dengan jumlah sangat banyak dan saling berselingan. Inti akarnya besar dan berempulur.

Bila dijelaskan secara lebih sederhana, akar tumbuhan monokotil biasanya berupa akar serabut yang terbentuk dari batang. Sedangkan dikotil, memiliki jenis akar tunggang tanpa tudung dan terbentuk dari percabangan utama.

2. Perbedaan Batang

Apabila dilihat dari bagian batangnya, tumbuhan dikotil tidak memiliki rongga berkas pengangkut. Tak ada pula selubung pada berkas pengangkut, tapi tumbuhan dikotil mempunyai parenkim floem. Tiap berkas pengangkut ini berukuran sama, sedangkan jaringan epidermisnya berlapis tunggal dengan kultikultura lebal dan berambut.

Selain itu, tumbuhan dikotil juga memiliki batang dengan pembuluh xylem kecil, berserat banyak, dan memiliki jumlah parenkim lebih sedikit. Pertumbuhan xylem membentuk lingkaran tahunan yang juga kerap digunakan untuk mengetahui umur tumbuhan tersebut. 

Sementara itu, batang tumbuhan monokotil tidak ditumbuhi rambut di bagian epidermisnya. Tidak ditemukan pula pertumbuhan sekunder. Berkas pengangkut pada batang tanaman monokotil ini juga dilindungi oleh selubung berkas pengangkut.

Tak ada parenkim floem dan lapisan di bawah epidermis berupa sklerenkim pula di batang tersebut. Untuk ukuran berkas pengangkutnya pun berbeda antara satu dan lainnya.

Perbedaan lain dari tumbuhan dikotil dan monokotil ini secara garis besar bisa diketahui pula dari cabang batangnya. Tumbuhan dikotil memiliki cabang, sedangkan monokotil tidak bercabang.

3. Perbedaan Daun

Perbedaan selanjutnya antara tanaman dikotil dan monokotil terdapat pada bagian daun. Tumbuhan dikotil memiliki pembuluh xylem yang lebih banyak, terdiri dari metaxylem dan protoxylem. Jaringan mesofil tumbuhan dikotil ini terbagi lagi menjadi palisade dan parenkim spons. Untuk selubung berkas pengangkut tumbuhan dikotil terbentuk dari kolenkim.

Sementara pada tumbuhan monokotil, daunnya bersel kipas dengan fungsi untuk membuka dan menutup daun. Selubung berkas pengangkutnya terbentuk dari sklerenkim dengan pembuluh xylem yang tersusun dari dua metaxylem dan dua protoxylem atau lebih sedikit ketimbang dikotil.

Secara sederhana, daun tumbuhan dikotil berbentuk melebar dengan tulang menjari atau menyirip sedangkan monokotil cenderung memanjang dengan tulang daun sejajar.

4. Perbedaan Keping Biji

Jika kita melihat bagian keping bijinya, tumbuhan dikotil memiliki keping biji sebanyak dua buah, sementara tumbuhan monokotil hanya berkeping biji satu.

5. Perbedaan Pembelahan Biji

Pada tumbuhan dikotil, proses pembelahan biji terjadi saat berkecambah, sedangkan tumbuhan monokotil justru sebaliknya.

6. Perbedaan Kelopak Bunga

Jika dilihat dari kelopak bunga yang dimiliki, tumbuhan dikotil memiliki bunga dengan jumlah kelopak sebanyak 2,4,5 dan kelipatannya. Sementara tanaman monokotil bunganya berjumlah 3 dan kelipatannya.

7. Perbedaan Serbuk Sari

Serbuk sari pada bunga tumbuhan dikotil memiliki tiga alur di setiap butir serbuk sarinya, sedangkan tumbuh monokotil hanya mempunyai alur tunggal pada setiap butir serbuk sarinya.

8. Perbedaan Berkas Pengangkut

Jika dilihat dari berkas pengangkutnya, tumbuhan dikotil memiliki berkas pengangkut yang letaknya tidak teratur dengan pembuluh kayu yang terletak di dalam pembuluh tapis. Sementara berkas pengangkut tumbuhan monokotil menyebar pada bagian batangnya, baik di bagian pembuluh tapis maupun pembuluh kayu.

Contoh Tumbuhan Dikotil dan Monokotil

Agar kita bisa lebih memahami perbedaan antara kedua jenis tanaman ini, berikut adalah contoh masing-masing dari tumbuhan dikotil dan monokotil yang ada di sekitar kita, yaitu:

1. Contoh Tumbuhan Dikotil

tanaman jarak wikimedia

Secara garis besar, tanaman dikotil terdiri dari beberapa kelompok besar atau suku tumbuhan, antara lain:

  • Euphorbiaceae atau jarak-jarakan seperti tanaman ubi, jarak, dan lain sebagainya. Ada juga Myrtaceae atau jambu-jambuan, seperti jambu air dan jambu biji.
  • Solanaceae atau terong-terongan, seperti tomat dan tentu saja terong.
  • Leguminoceae atau polong-polongan. Contoh tumbuhan dikotil pada kelompok ini adalah kacang dan juga pete.
  • Compositae atau composite dengan contoh tumbuhan dikotil pada kelompok ini adalah bunga matahari.

2. Contoh Tumbuhan Monokotil

tanaman padi Pixabay

Berikut ini contoh tanaman monokotil yang ada di lingkungan sekitar, antara lain:

  • Zea mays sp. yang sering kita kenal sebagai jagung merupakan salah satu contoh tumbuhan monokotil. Seperti yang kita ketahui, jagung memiliki manfaat sebagai bahan pangan pengganti padi dan mengandung karbohidrat cukup tinggi.
  • Cocos nucifera atau kelapa merupakan contoh tumbuhan monokotil yang memenuhi segala persyaratan yang ada. Kita bisa melihat dengan jelas keping biji pada tanaman satu ini.
  • Oryza sativa L. atau padi adalah contoh tumbuhan monokotil berikutnya, meski akarnya adalah akar serabut.
  • Saccharum sp. atau tebu adalah contoh tumbuhan monokotil yang memiliki batang besar, tapi sedikit berbeda-beda tergantung pertumbuhannya.
  • Musa sp. atau pisang merupakan contoh tumbuhan monokotil yang paling banyak ada di sekitar kita.
  • Orchidaceae atau anggrek adalah tumbuhan monokotil yang terdiri dari banyak jenis dan warna bunga. Bunga satu ini sangat mudah ditemukan di lingkungan tropis, seperti Indonesia.
  • Zingiber offincinale atau jahe adalah tumbuhan monokotil yang memiliki senyawa keton cukup kuat. Bahkan, senyawa ini bisa menciptakan rasa pedas saat dikonsumsi. Jahe terdiri dari tiga jenis yang berbeda, yaitu jahe gajah, jahe putih, dan jahe merah. Biasanya, jahe digunakan sebagai bumbu masakan ataupun obat herbal.
  • Curcuma Lango Lin atau kunyit adalah tumbuhan monokotil yang hampir sama seperti jahe, bisa dimanfaatkan bagian umbinya. Kunyit juga dijadikan bahan masakan sekaligus obat alternatif yang cukup berkhasiat.
  • Phoenix dactylifera atau kurma adalah tumbuhan monokotil yang buahnya jadi favorit segala usia. Selain manis, buah kurma memiliki segudang manfaat bagi tubuh. Buah yang berasal dari kawasan Arab ini akan lebih mudah ditemui saat memasuki bulan Ramadan.

Selain contoh-contoh tersebut di atas, masih banyak lagi tumbuhan dikotil dan monokotil yang ada di luar sana. Kita hanya perlu melihat setiap bagiannya berdasarkan ciri dan perbedaan antara tumbuhan dikotil dan monokotil yang telah dijelaskan.