Ingin Jadi Volunteer? Ketahui Hal-hal Penting Ini

Banyak yang beranggapan jika relawan atau volunteer hadir dan dibutuhkan jika terjadi bencana saja, misalnya ketika membantu evakuasi korban serta memberikan bantuan kebutuhan dasar ketika korban berada di penampungan.

Bagi kamu yang ingin menjadi Volunteer, maka kamu wajib baca informasi ini. Karena Volunteer lebih luas dari anggapan itu.

Pengertian Volunteer

Berbeda dengan Sociopreneur, Volunteer adalah aktivitas yang dilakukan seseorang secara sukarela, tanpa mendapatkan tanda jasa (fee) atas tenaga, pemikiran, dan waktunya untuk tujuan tertentu. Contohnya seperti kegiatan sosial, pendidikan, lingkungan, kemanusiaan, dan lain sebagainya.

Menurut Rotaract Club D3400, sebuah organisasi yang kegiatannya berfokus pada pengembangan kaum muda, para volunteer atau relawan ini tidak dibayar bukan karena tidak berharga, tetapi justru karena apa yang mereka lakukan tidak dapat dinilai secara materi.

Siapa Saja yang Bisa Menjadi Volunteer?

Siapapun orangnya, selama memiliki komitmen yang besar dan mulia untuk berkorban demi kebaikan sesama, maka bisa menjadi volunteer. Tidak pandang berapa usianya? Apa profesinya atau pengalamannya? Apalagi status sosialnya? Cukup dengan satu kata, yaitu komitmen.

Apa Saja Kegiatan yang Membutuhkan Relawan?

Banyak sekali kegiatan yang membutuhkan peran volunteer. Dalam kegiatan pendidikan misalnya, ada banyak komunitas masyarakat yang rajin mengadakan kegiatan non profit dan membutuhkan peran pekerja sukarela ini.

volunteer onecare.id

Salah satunya adalah Kelas Inspirasi yang mengajak siapapun yang sudah bekerja untuk menjadi relawan pengajar selama satu hari. Para relawan atau volunteer ini diminta menceritakan profesi mereka di hadapan siswa-siswi sekolah dasar. Tujuannya, memberikan alternatif cita-cita yang lebih sesuai dan realistis kepada siswa-siswi sekolah dasar.

Dalam kegiatan lingkungan, ada banyak sekali LSM lingkungan yang membutuhkan bantuan volunteer untuk melakukan sosialiasi kepada masyarakat atau petani mengenai program baru mereka yang bisa meningkatkan keuntungan petani Indonesia.

Selain itu, para sukarelawan banyak dibutuhkan ketika terjadi bencana alam, seperti banjir, gempa bumi, tsunami, dan lain sebagainya. Mereka membutuhkan volunteer yang bisa memasak, mengajak anak-anak bermain, mengumpulkan donasi, mengantarkan bantuan, memberikan pertolongan P3K, perawatan selama berada di pengungsian, terapi trauma dan banyak kegiatan lainnya.

Mau mencoba menjadi volunteer ke luar negeri pun bisa, istilahnya global volunteer. Salah satu yang memfasilitasi kegiatan ini adalah AIESEC, sebuah organisasi global yang diperuntukkan bagi para generasi muda yang ingin mengeksplorasi dan mengembangkan potensi kepemimpinan. Organisasi ini telah berdiri sejak tahun 1948. Memiliki lebih dari 1 juta ‘lulusan’ volunteer yang membawa dampak positif kepada dunia.

Organisasi ini memang dikhususkan bagi kaum muda yang tertarik menjadi volunteer ke luar negeri. Ada banyak pilihan kegiatan yang bisa dipilih, semua kegiatan tersebut masih berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Lama kegiatan kurang lebih 6-8 minggu. Salah satu alumni kegiatan ini adalah peraih Hadiah Nobel Perdamaian, Martti Ahtisaari dari Finlandia.

Apa Saja yang Perlu Diperhatikan Untuk Menjadi Volunteer?

relawan Pixabay

1. Siapkan Hati, Mental dan Tenaga

Volunteer adalah mereka yang memiliki hati emas karena siap melakukan pekerjaan tanpa dibayar. Sebagian orang mengistilahkannya dengan panggilan hati. Pastikan sebelum menjadi sukarelawan, kamu memiliki panggilan hati agar apapun yang kamu kerjakan dilakukan dengan segenap hati.

Menjadi volunteer juga berarti harus memiliki mental yang tahan banting. Karena di lapangan, banyak hal bisa terjadi. Satu dua kali pasti akan mendapatkan benturan dari pihak-pihak lain. Bersiaplah untuk menghadapi benturan dengan sabar dan telaten.

Selain itu, menjadi volunteer pasti membutuhkan tenaga ekstra, apalagi jika bidang yang kamu pilih adalah tanggap bencana. Wajib bagi kamu untuk menjaga kesehatan agar bisa menjaga dan merawat sesama.

2. Pastikan memiliki waktu yang luang

Kegiatan para volunteer membutuhkan waktu khusus tergantung kegiatan yang dipilih. Ada yang hanya satu hari, satu kali dalam seminggu, satu kali dalam sebulan, atau mungkin setiap hari selama sebulan, bahkan lebih.

Jadi sebelum mendaftar menjadi volunteer, pastikan kamu memiliki waktu luang yang pas dengan kegiatan yang kamu pilih. Terlebih, bila kamu menjadi sukarelawan global.

3. Pilih bidang yang Disukai

Melakukan kegiatan yang disukai menjadi syarat mutlak bagi seorang volunteer. Selama kamu menyukai kegiatan sosial yang kamu lakukan, kamu akan menikmati setiap detik yang kamu habiskan selama mengabdikan diri untuk sesama. Dengan begitu, ada banyak sekali kontribusi yang bisa kamu berikan dalam kegiatan sosialmu.

4. Jangan Ragu Bertanya dan Menyampaikan Saran atau Ide

Bila ada yang tidak dipahami, jangan ragu untuk banyak bertanya. Ini untuk menghindari kesalahpahaman dalam mengerjakan pekerjaan. Selain itu, jangan pernah ragu untuk memberikan saran atau ide. Karena siapa tahu, perubahan yang jauh lebih baik justru berawal dari ide yang kamu sampaikan.

5. Tetap Profesional Meskipun Tanpa Bayaran

Tidak mendapat fee atau gaji bukan berarti kamu bisa jadi volunteer yang sesuai suasana hati. Buktikan kalau kamu memang melakukan pekerjaan dengan segenap hati.

Harus siap memberikan bantuan kapanpun, akan lebih bagus bila tanpa diminta (tanggap). Kamu juga harus disiplin memberikan laporan progress dari pekerjaanmu. Tujuannya, bila ada masalah atau kesulitan, bisa segera di atasi tanpa harus membuang waktu.

tawa anak desa Pixabay

Kelebihan Menjadi Volunteer

Menjadi volunteer akan memberikan banyak manfaat, seperti:

  1. Kaya pengalaman. Terlebih, pekerjaanmu sebagai volunteer mengharuskan kamu untuk bertemu dan menghadapi banyak orang dengan karakter yang berbeda. Sudah pasti pengalaman komunikasimu juga akan bertambah.
  2. Menjalin networking yang luas. Siapapun bisa menjadi volunteer memiliki kesempatan untuk bertemu dan bekerja sama dengan sesama bahkan dari latar belakang yang berbeda. Ada yang masih muda tapi sudah kaya pengalaman. Ada yang sudah berusia matang dengan segudang bisnis. Ada yang lulusan S2, bahkan S3 dari universitas ternama. Ada yang sudah menjadi volunteer ke beberapa negara, dan banyak lagi. Tentu, selain menambah sahabat, siapa tahu kamu juga bisa menjadi partner kerja atau bahkan rekan bisnis mereka.
  3. Membentuk jiwa sosial dan kepemimpinan. Tidak perlu diragukan lagi, menjadi volunteer akan menjadikanmu sebagai pribadi yang tangguh, memiliki jiwa sosial yang tinggi, dan menumbuhkan karakter kepemimpinan. Bertemu dengan banyak orang, menghadapi berbagai masalah, dan menikmati proses kerja sama tim dengan latar belakang yang berbeda akan membentuk diri menjadi pribadi yang baru. Ada momen di mana kamu diwajibkan mampu meng-organize diri kamu sendiri. Ada masanya kamu harus memimpin tim atau subjek pekerjaanmu. Misalnya, saat menjadi relawan pengajar. Kamu mau tidak mau harus menunjukan wibawa di depan para siswa yang bandel. Tugasmu untuk melumpuhkan hati mereka, membuat mereka mau menerima apa yang kamu ajarkan dan mengantarkan mereka menjadi pribadi yang lebih baik.
  4. Menambah portofolio atau resume pekerjaan. Jangan salah, perusahaan sekarang lebih suka memilih calon karyawan yang sudah memiliki banyak pengalaman sebagai volunteer. Karena para sukarelawan sudah terbiasa menghadapi berbagai karakter, permasalahan, dan terbiasa bekerja kreatif dalam mencari solusi. Ini menjadi nilai plus bagi soft skill yang tentunya akan mendukung penilaian terhadap hard skill kamu.

Ternyata, ada banyak sekali manfaat menjadi sukarelawan. Semoga bisa menjadi volunteer yang handal!

Referensi: https://news.okezone.com/read/2015/12/11/65/1265308/lima-hal-penting-sebelum-menjadi-volunteer | https://aiesec.org/about-us | https://solo.tribunnews.com/2017/12/09/mau-mengisi-liburan-dengan-ikut-global-volunteer-simak-informasi-ini | https://news.okezone.com/read/2015/12/11/65/1265308/lima-hal-penting-sebelum-menjadi-volunteer