Hari Lahan Basah Sedunia – 2 Februari

Berkaitan dengan lingkungan hidup, setiap tanggal 2 Februari diperingati sebagai Hari Lahan Basah Sedunia. Tanggal ini dipilih karena pada 2 Februari 1971 ditandatangani Konvensi Lahan Basah di kota Ramsar, Iran, yang tepatnya berada di pantai Laut Kaspia.

Oleh karena itu, konvensi ini juga dikenal sebagai Konvensi Ramsar. Pada saat itu, Konvensi Lahan Basah ditandatangani oleh sekelompok kecil ahli lingkungan.

Peringatan Hari Lahan Basah Sedunia dibuat untuk meningkatkan kesadaran penduduk dunia akan pentingnya lahan basah untuk keberlangsungan hidup manusia dan bumi.

Hari penting ini pertama kali diperingati pada tahun 1997, kemudian sejak saat itu kegiatannya terus berkembang. Setiap tahunnya pemerintah dari berbagai negara bekerjasama dengan lembaga pemerintah, organisasi non profit dan kelompok masyarakat pecinta lingkungan untuk meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya lahan basah.

Perkembangan & Kerjasama

Sejak tahun 1998, pihak pecinta lingkungan di Ramsar mendapat dukungan dari Group Evian Fund for Water. Dengan begitu, kegiatan yang dilakukan untuk memperingati Hari Lahan Basah Sedunia bisa terbantu dengan penyediaan logo, poster, selebaran, dan dokumen petunjuk untuk mendukung segala aktivitas di hari tersebut.

Materi ini bisa diunduh dan dicetak di seluruh dunia melalui situs resmi mereka yang tersedia dalam 3 bahasa, Inggris, Prancis, dan Spanyol. Semua desainnya juga bisa diunduh dan disesuaikan dengan bahasa negara masing-masing. Hal ini dilakukan agar kegiatan untuk mengisi Hari Lahan Basah Sedunia bisa berjalan secara serempak dan seragam.

Perhatian Utama di Hari Lahan Basah

Pada awalnya, Konvensi Lahan Basah hanya fokus pada masalah ekosistem burung air, termasuk burung migran. Kemudian dari tahun ke tahun semakin berkembang pada ekosistem lahan basah termasuk semua keanekaragaman hayati yang hidup di dalamnya. Dalam perkembangannya kini, Hari Lahan Basah juga peduli akan kelangsungan hidup manusia di bumi.

lahan basah Pixabay

Lahan basah sebagai penyangga kehidupan segala makhluk hidup yang ada di bumi memang tidak bisa fokus pada satu hal, karena pada akhirnya semua makhluk hidup membutuhkan air.

Dalam Konvensi Ramsar, yang dimaksud lahan basah meliputi daerah rawa, payau, lahan gambut dan perairan alami maupun buatan, tetap atau sementara, dengan air yang tergenang atau mengalir, air tawar maupun air asin. Lebih dari itu, perinatan Hari Lahan Basah Sedunia juga menyuarakan kepedulian akan seluruh makhluk hidup di muka bumi.

Situs Ramsar di Indonesia

Di Indonesia setidaknya memiliki tujuh lahan basah yang telah diakui dunia, yaitu Taman Nasional Sembilang di Sumatera Selatan, Taman Nasional Berbak di Jambi, Suaka Margasatwa Pulau Rambut di DKI Jakarta, Taman Nasional Danau Sentarum di Kalimantan Barat, Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai di Sulawesi Tenggara, Taman Nasional Wasur di Papua, dan Taman Nasional Tanjung Puting di Kalimantan Tengah.

Ketujuh situs tersebut adalah kawasan penting untuk melindungi kelestarian lahan basah di Indonesia.