Burung Gereja – Taksonomi, Morfologi, Habitat, Sebaran, Populasi & Keunikan

3.4/5 - (20 votes)

Burung gereja atau juga dikenal dengan nama burung pingai merupakan salah satu jenis burung pipit kecil. Nama latinnya adalah Passer domesticus dan termasuk ke dalam keluarga Passeridae.

Burung dengan tubuh mungil ini sering ditemui dalam jumlah banyak di sekitar kota maupun pedesaan yang asri. Burung gereja termasuk burung liar yang paling jinak diantara jenis lainnya.

Taksonomi

Burung istimewa yang bahkan diperingati sebagai hari khusus diseluruh dunia (Hari Burung Gereja Sedunia) setiap 20 Maret ini diklasifikasikan sebagai berikut:

KerajaanAnimalia
FilumChordata
KelasAves
OrdoPasseriformes
SubordoPasseri
InfraordoPasserida
SuperfamiliPasseroidea
FamiliPasseridae
GeneraPasser, Petronia, Carpospiza, Montifringilla

Ciri & Morfologi

Burung gereja memiliki ukuran badan kecil. Hal ini pula lah yang menjadi salah satu alasan mengapa mereka sangat mudah dimangsa oleh predator. Panjang tubuhnya hanya sekitar 14 cm atau sebesar genggaman tangan orang dewasa.

burung pingai Pixabay

Tampilan bulunya didominasi oleh warna cokelat, tapi jika diperhatikan secara cermat akan terlihat variasi bulu berwarna kelabu dan putih pada tubuhnya. Meski berukuran kecil, burung dengan gerakan gesit ini terlihat gempal dengan ekor pendek. Paruhnya berukuran kecil namun memberikan kesan kuat pada kepalanya.

baca juga:  17 Jenis Elang di Indonesia - Ciri, Sebaran & Status Konservasi

Saat berpapasan dengan burung ini, seringkali kita tidak sadar dengan aroma khas yang dimiliki kawanan burung gereja. Tapi ketika menjumpai sarangnya, kita akan mudah mencium bau tidak sedap yang keluar dari tubuhnya.

Reproduksi

Burung dengan nama latin Passer montanus ini masuk termasuk satwa yang memiliki sifat kawin lebih dari satu pasangan. Saat musim kawin tiba, kicauan burung-burung gereja akan terdengar lebih nyaring, lantang, dan intensitasnya meningkat.

Intensitas kicau yang meningkat tersebut dilakukan penjantan agar burung betina tertarik. Dalam satu hari, seekor burung betina dapat kawin dengan beberapa pejantan.

Kemampuan bertelurnya sekitar 5-6 butir. Telur-telur tersebut akan dierami oleh pejantan dan betina secara bersama-sama. Proses pengeraman dilakukan dalam kurun waktu 2 minggu. Anakan burung gereja kemudian akan diurus selama 15-20 hari oleh induknya sebelum dapat mencari makan sendiri.

Burung gereja yang siap kawin dan berkembang biak biasanya memasuki usia 1 tahun. Untuk rata-rata usia hidupnya, mayoritas burung pipit kecil ini dapat hidup hingga usia 3 tahun.

Habitat & Sebaran

Burung gereja adalah salah satu burung yang mudah ditemukan. Mereka mendiami daerah pertanian, pemukiman penduduk, ataupun gudang yang dekat dengan sawah dan pepohonan.

burung gereja Pixabay

Saat melakukan migrasi, burung ini akan hinggap pada bangunan yang tinggi. Zaman dahulu mereka juga sering terlihat membuat sarang di langit-langit bangunan tua seperti gereja, dimana dari sinilah masyarakat menyebutnya dengan nama burung gereja.

baca juga:  Burung Perkutut - Taksonomi, Jenis, Ciri Jantan / Betina, Karakteristik, Pakan, Perawatan & Mitos

Awalnya burung pingai hanya dapat ditemui di benua Afrika, Eropa, dan Asia. Kemudian penduduk benua tersebut membawa dan menyeabrkannya ke Australia dan Amerika. Di Indonesia, burung ini sering dijumpai di daerah Bali, Jawa, Sumatra, dan Kalimantan.

Populasi

Populasi burung berbulu coklat ini sudah banyak berkurang. Sebuah penelitian di Inggris menyebutkan populasi burung gereja saat ini mengalami kemerosotan hingga 95%.

Faktor penyebabnya bermacam macam, meliputi faktor alami seperti dimakan oleh pemangsanya. Selain itu, faktor polusi udara dan penggunaan pestisida yang berlebihan juga memberikan ancaman terhadap burung gereja.

Makanan

Tak jauh berbeda dengan burung kecil lainnya, burung pingai juga mengkonsumsi serangga dan biji-bijian. Saat mencari makan, burung gereja akan berkumpul bersama kelompoknya.

Letak perbedaannya adalah ketika mencari makan bersama kelompoknya, burung ini akan mengeluarkan suara kicauan yang lucu. Mereka juga sering terlihat berebut makanan dengan teman-temannya ataupun kelompok burung yang lain.

Fakta Unik

Meski burung gereja mudah ditemui secara langsung, tapi banyak orang yang belum tahu fakta menarik mengenai mereka, antara lain:

Passer domesticus Pixabay

1. Memiliki Hari Perayaan

Ada satu fakta menarik tentang burung ini bagi dunia internasional, yaitu adanya hari khusus yang diperingati sebagai Hari Burung Gereja Sedunia. Hari tersebut ditetapkan pada tanggal 20 Maret dimana negawa awal yang mencetuskannya adalah India dan Perancis.

baca juga:  Elang Jawa - Taksonomi, Morfologi, Habitat, Sebaran, Reproduksi, Kepunahan & Konservasi

2. Hidup Berdampingan Dengan Manusia

Karena memiliki habitat yang dekat dengan pemukiman, burung gereja pun terbiasa dengan kehadiran manusia. Sesekali mereka juga akan terbang masuk ke dalam rumah, bahkan ada juga yang membuat sarang di sekitar pemukiman.

Masyarakat yang terganggu akan kehadirannya biasa mengusir burung ini dengan menaburkan kapur barus, karena burung gereja tidak suka dengan baunya.

3. Diduga Membawa Virus

Saat maraknyasebaran virus flu burung beberapa tahun yang lalu, burung pemakan biji-bijian ini dicurigai sebagai pembawa virus tersebut. Namun belum ada penelitian ilmiah untuk membuktikan dugaan ini.

4. Indikator Lingkungan Bersih

Seperti halnya capung, burung gereja juga sering dijadikan sebagai penanda tingkat polusi udara di suatu daerah. Jika burung ini banyak berkeliaran, maka bisa dikatakan lingkungan tersebut masih bersih.