Pohon Murbei – Taksonomi, Morfologi, Manfaat Buah & Cara Tanam

Pohon murbei atau mulberry merupakan jenis tumbuhan yang unik dan berkarakteristik, salah satunya dilihat dari bentuk buah dan warnanya. Tanaman ini berasal dari Cina bagian utara dan telah menyebar ke berbagai negara di sekitarnya. Murbei adalah tanaman yang mudah beradaptasi, sehingga dapat dibudidayakan di negara tropis dan subtropis.

Tanaman murbei memiliki nama Morus alba yang termasuk kelompok berry. Umumnya tumbuhan murbei dimanfaatkan untuk pakan budidaya ulat sutra, namun selain itu ada banyak manfaat yang bisa diambil dari berbagai bagian tanaman berumur pendek ini.

Berikut ini adalah penjelasan lengkap terkait pohon murbei mulai dari sistem klasifikasi ilmiah, asal dan habitat, persebaran, morfologi, status kelangkaan, manfaat dan cara penanamannya di Indonesia.

Taksonomi

Murbei atau Bebesaran adalah jenis tumbuhan perdu dengan sistem klasifikasi ilmiah sebagai berikut:

KingdomPlantae
FilumTracheophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoRosales
FamiliMoraceae
GenusMorus
SpesiesMorus alba

Asal

Pohon murbei atau juga disebut mulberry merupakan tumbuhan asli Cina wilayah utara dan juga tumbuh di negara-negara sekitarnya. Namun tidak hanya berasal dari Cina atau kawasan Asia, terdapat variasi flora genus Morus yang berasal dari Afrika dan Amerika. Saat ini tumbuhan murbei telah banyak ditemukan di berbagai negara, khususnya kawasan dengan iklim tropis dan subtropis.

Sebaran

Mayoritas murbei berasal dari kawasan Asia, khususnya wilayah Cina kemudian tersebar ke Korea, Jepang, India dan Mongolia. Tumbuhan Bebesaran atau murbei yang terkenal di Indonesia salah satunya adalah murbei di desa Andaleh, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat yang usianya telah mencapai lebih dari 120 tahun.

Tanaman ini mempunyai banyak sekali spesies, bahkan diperkirakan mencapai 100 jenis. Akan tetapi tidak semua jenis murbei dapat tumbuh di berbagai habitat, karena hanya beberapa jenis saja yang memiliki kemampuan beradaptasi pada rentang yang luas.

Misalnya di kawasan Asia Timur, spesies murbei yang tumbuh adalah Morus alba, di kawasan Afrika Tengah dan Afrika Selatan yaitu Morus mesozigia, di Amerika Selatan yaitu Morus insignis, dan di Amerika Utara adalah spesies Morus rubra.

Nama daerah untuk muberi atau bebesaran di Indonesia, antara lain kerto (Gayo), kitau (Lampung), dan lampaung (Jawa).

Habitat

Tumbuhan murbei cocok tumbuh di habitat dengan cuaca dingin. Oleh sebab itu, sebaran murbei di Indonesia hanya ada di kawasan pegunungan. Agar dapat tumbuh dengan baik, murbei harus ditanam pada ketinggian diatas 700 mdpl.

Suhu lingkungan yang dibutuhkan antara 21 hingga 25 derajat celcius. Namun pada beberapa jenis pohon murbei yang memiliki kemampuan adaptasi baik, dapat pula ditanam di daerah dengan ketinggian 100 mdpl asalkan kondisi lingkungannya sejuk dan memerlukan pasokan air yang cukup tinggi.

Oleh sebab itu, para pembudidaya murbei umumnya menanamnya di dekat sungai atau sumber air untuk mengantisipasi kelangkaan air di musim kemarau. Selain itu, kondisi sekitar lahan juga sebaiknya tidak telalu banyak tutupan karena murbei membutuhkan banyak sinar matahari.

Morfologi

Berdasarkan klasifikasinya, pohon murbei adalah kelompok tanaman semak atau perdu dengan ketinggian maksimal antara 20 sampai 25 meter. Meskipun begitu, di habitat alami tinggi tanaman ini hanya sekitar 5 sampai 6 meter. Tumbuhan Bebesaran berkembang dengan cepat pada usia muda, kemudian melambat seiring pertambahan usia.

pohon murbei Pixabay

Batang murbei tumbuh tegak dengan pertumbuhan cabang mendatar. Warna batang murbei bermacam-macam tergantung spesiesnya. Beberapa diantaranya ada yang berwarna hijau, hijau kelabu, dan hijau kecokelatan.

Daun murbei merupakan kelompok daun tunggal yang tumbuh di cabang spiral. Sama halnya dengan warna batang, bentuk daun murbei juga beraneka ragam sesuai dengan spesiesnya. Ada yang berbentuk bundar, oval, berlekuk, dan ada pula yang tidak memiliki lekukan. Tekstur permukaan daun agak licin dan ada yang kasar.

Bunga murbei adalah jenis bunga yang mempunyai bunga jantan dan bunga betina. Bunga jantan dan bunga betina tumbuh terpisah, masing-masing berada pada ranting yang berbeda. Sementara itu, buah murbei termasuk jenis majemuk yang berwarna hijau saat muda dan berubah menjadi kuning kemerahan atau ungu gelap setelah masak. Ukurannya sekitar 2 sampai 3 cm dan dapat dimakan.

Status Kelangkaan

Berdasarkan IUCN Red List of Threatened Species, pohon murbei digolongkan ke dalam tanaman dengan status Least Concern atau LC. Keberadaan atau populasinyanya di alam juga masih dalam status stabil serta banyak di tanam secara mandiri oleh masyarakat.

Manfaat Pohon Murbei

Pohon murbei termasuk ke dalam jenis tanaman yang serbaguna. Hal ini tidak lepas dari berbagai manfaat yang dimiliki murbei. Mulai dari pengembangbiakan ulat sutra hingga manfaat di bidang kesehatan. Berikut ini adalah manfaat dari tanaman murbei.

ulat sutera Pixabay
  • Pakan Ulat Sutra

Manfaat paling umum yang diambil oleh masyarakat yang membudidayakan pohon murbei adalah sebagai pakan untuk ulat sutra. Daun murbei merupakan pakan utama budidaya ulat sutera.

  • Lantai Rumah dan Meubel

Meski termasuk tanaman perdu yang umumnya berkayu lunak, jenis murbei andalas (Morus macroura) dapat digunakan untuk lantai rumah atau mebel karena kayunya kuat dan keras.

Manfaat Murbei Bagi Kesehatan

Dalam bidang kesehatan pohon murbei biasa dimanfaatkan untuk bahan baku obat-obatan tradisional, antiasmatik, dan desinfektan. Bagian pohon yang bisa dimanfaatkan mulai dari ranting, kulit buah, buah, dan juga daun murbei.

Muberi mengandung berbagai nutrisi penting bagi tubuh kita, seperti:

  • zat besi
  • riboflavin
  • vitamin C
  • vitamin K
  • kalium
  • fosfor
  • kalsium
  • fitonutrien
  • zeaxanthin
  • resveratrol
  • snthocyanin
  • lutein
  • berbagai senyawa polifenol.

Ranting murbei mempunyai rasa yang pahit, tetapi khasiatnya terhadap tubuh tidak diragukan lagi. Bagian ini bermanfaat untuk merangsang proses pembentukan kolateral, antipiretik, analgesik, karminatif, dan antireumatik.

Daun murbei mempunyai khasiat sebagai peluruh kentut, peluruh kecing, dan peluruh keringat. Rasa daun murbei pahit, manis, dan juga terasa dingin. Biasanya bagian ini juga dimanfaatkan untuk obat pereda demam dan dapat membantu memperjelas penglihatan.

Buah murbei mempunyai rasa yang manis dan dingin. Bagian ini sangat berkhasiat untuk memelihara fungsi ginjal, darah, peluruh kencing, ekspektoran, dan juga berefek sebagai tonik untuk jantung. Masyarakat juga bisa mengonsumsi buah murbei sebagai makanan diet.

Akar murbei juga memiliki khasiat untuk kesehatan. Berbeda dengan ranting yang terasa pahit, akar murbei justru terasa manis dan sejuk. Bagian ini dipercaya mampu meringankan pembengkakan yang terjadi pada tubuh. Selain itu, akar pohon murbei juga berfungsi sebagai antiasmatik, ekspektoran, dan diuretik.

Cara Menanam Murbei

Murbei dapat dikembangkan di dalam pot (tabulampot) ataupun lahan biasa. Pembibitan atau perbanyakan dapat kita lakukan melalui teknik stek batang dan persemaian. Bibit yang baik dapat diperoleh dari pohon induk yang berumur lebih dari satu tahun, tidak berpenyakit dan tidak terserang hama.

tumbuhan murbei Pixabay

1. Stek Murbei

Batang stek diambil dari percabangan pohon yang segar dengan ukuran 1 atau 2 cm dan panjang 20 sampai 25 cm atau minimal memiliki 4 ruas. Batang kemudian di potong menggunakan pisau dengan miring dan jangan sampai kulitnya terkelupas, serta tidak pecah bagian kayunya.

Agar stek berhasil, hilangkan daun-daun muberi untuk menghindari penguapan. Potongan batang murbei tersebut dapat langung ditanam pada lahan maupun pot.

2. Bibit Persemaian

Jika bibit berasal dari persemaian, maka dapat menggunakan polybag berukuran 25 atau 40 cm dan lebar 15 cm yang memiliki lubag pada bagian bawahnya. Media tanam yang digunakan berupa campuran pupuk kandang atau kompos dan tanah. Setelah bibit murbai berumur 2 atau 3 bulan, maka telah dapat ditanam di media lebih luas.

3. Lahan dan Cara Tanam

Pengolahan lahan dilakukan dengan menghilangkan tanaman pengganggu dan menggemburkan tanag dengan cara dicangkul sedalam 20 hingga 30 cm. Kemudian dibuat parit-parit dengan jarak 2 sampai 6 meter agar drainase tertata baik.

Bibit murbei dapat ditanam dengan jarak 2 x 0,5 meter. Ukuran ini akan menghasilkan 10.000 pohon murbei untuk setiap 1 hektar. Lakukan penanaman pada awal atau pertengahan musim hujan agar pasokan air tanah tercukup.

Lubang tanam murbei dibuat berukuran 40 x 30 cm dengan kedalaman 50 cm yang diisi dengan pupuk kandang atau kompos sekitar 2 kg, kemudian ditutup dengan tanah bekas galian.

Selanjutnya, masukkan bibit pohon murbei dan timbun dengan tanah dengan sedikit pemadatan. Pemberian ajir dapat dilakukan untuk mencegah tanaman roboh atau ambruk.

Agar hasil panen maksimal, diperlukan penyulaman terhadap tanaman yang mati untuk diganti dengan bibit yang baru. Selain itu, kita dapat memberikan pupuk secara berkala dan mengendalikan hama penyakit yang menyerang tanaman perkebunan.