Adaptasi – Pengertian, Tujuan, Jenis dan Contoh Lengkap

Manusia, hewan dan tumbuhan yang ada saat ini merupakan makhluk hidup yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Selain kemampuan adaptasi, kelangsungan hidup suatu organisme juga dipengaruhi oleh faktor seleksi alam serta suksesnya perkembangbiakan.

Jika salah satu atau bahkan seluruh faktor tersebut tidak terpenuhi, maka akan menyebabkan suatu spesies mengalami kepunahan. Selain itu, adanya adaptasi juga menghasilkan sistem klasifikasi berdasarkan pengenalan ciri-ciri bentuk tubuh, fungsi organ, serta tingkah laku setiap jenis makhluk hidup.

Pengertian Adaptasi

Adaptasi adalah cara bagaimana organisme mengatasi tekanan sehingga menyesuaikan diri terhadap lingkungan untuk terus bertahan hidup. Dalam beradaptasi, berbagai organisme umumnya melakukan penyesuaian untuk mendapatkan makanan (air, udara dan nutrisi), mengatasi kondisi fisik lingkungan (suhu dan cahaya), pertahanan diri dari pemangsa, reproduksi, serta respon terhadap perubahan lingkungan.

Pendapat lain menyebutkan bahwa pengertian adaptasi adalah suatu kemampuan yang dimiliki oleh makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar bertahan hidup.

Hukum adaptasi menyatakan bahwa organisme yang mampu beradaptasi dan menyesuaikan diri akan bertahan hidup, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan menghadapi kepunahan atau kelangkaan.

Secara sederhana kita dapat melihat contoh adaptasi, seperti sayap burung tertentu yang dapat membuatnya terbang, sistem pernapasan ikan menggunakan insang, kemampuan kaktus hidup di daerah kering karena berdaun jarum, serta lainnya.

Pengertian Adaptasi Menurut Para Ahli

Secara lebih spesifik, apa arti adaptasi juga dikemukakan oleh beberapa ahli berikut ini:

Soemarwoto (1983) mengartikan makhluk hidup dalam batas-batas tertentu memiliki kelenturan. Kelenturan ini memungkinkan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar, yang disebut adaptasi. Kemampuan adaptasi mempunyai nilai untuk meneruskan hidup. Sehingga adaptif makhluk hidup, maka semakin besar kementakan atau kebolehjadian kelangsungan hidupnya dengan menempati aneka ragam habitat.

Wallace dan Srb (1963) serta Ismail (1984) menyatakan bahwa suatu organisme akan bereaksi atau memberikan respon terhadap perubahan lingkungan yang diterimanya. Respon tersebut berupa usaha untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan dan disebut adaptasi. Oleh karena itu, adaptasi dapat diartikan sebagai suatu perubahan dalam populasi akibat kegiatan tiap-tiap individu yang menyusunnya untuk menyesuaikan diri terhadap setiap perubahan.

Masih menurut Wallace, proses adaptasi yang berlangsung secara turun-temurun disebut dengan evolusi. Namun semua evolusi tidak selalu sama dengan proses adaptasi.

Daubenmire (1959) menerangkan jika adaptasi adalah keistimewaan suatu organisme atau organ-organnya dalam menyesuaikan diri dengan habitatnya. Selain itu, Wilsie (1962) berpendapat bahwa adaptasi merupakan sifat yang dimiliki setiap organisme untuk melanjtkan hidup sesuai kondisi lingkungan habitatnya.

Rohadi et al (2016), adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Penyesuaian tersebut dapat berupa bentuk tubuh, tingkah laku, serta fungsi tubuh. Proses penyesuaian dapat dilakukan melalui jalur genetik maupun habitat,yaitu mengubah organ tubuh atau mencari habitat lain yang sesuai.

Tujuan Adaptasi

Penyesuaian yang dilakukan makhluk hidup terjadi bila kondisi lingkungan atau habitat hidupnya tidak sesuai atau malah merugikan. Makhluk hidup dapat bertahan pada lingkungan dalam jangka panjang jika kondisinya sesuai dengan fisik serta metabolismenya.

Salah satu tujuan berdapatasi adalah untuk menghindar dari pemangsa atau pesaing dalam tantai makanan. Contohnya adalah landak yang memiliki rambut setajam duri yang akan melindunginya dari predator yang ingin memangsa.

Adaptasi juga dilakukan suatu individu atau organisme untuk memperoleh makanan. Contohnya adalah penyesuaian bentuk mulut serangga kupu-kupu, belalang, dan nyamuk yang berbeda-beda sesuai makanannya.

Perubahan oleh makhluk hidup juga dilakukan untuk menyesuaikan dengan lingkungan hidupnya. Hal ini dilakukan karena organisme tersebut selalu hidup dalam lingkungan yang sama dalam waktu yang panjang kecuali terjadi perubahan signifikan terhadap habitatnya. Contohnya adalah eceng gondok yang memiliki batang berongga agar mampu terus mengapung di permukaan air, serta memiliki daun lebar agar mempercepat proses penguapan.

Melakukan adapatasi juga bertujuan untuk meneruskan keturunan atau berkembangbiak. Makhluk hidup yang tidak dapat berkembangbiak, lambat laun akan mengalami kepunahan. Contoh ini dapat dilihat pada angka kelahiran yang tinggi pada hewan-hewan yang rentah punah, seperti kura-kura.

Dari penjelasan diatas, poin-poun utama tujuan adaptasi adalah:

  • melindungi diri dari musuh atau pemangsa
  • mendapatkan makanan
  • bertahan hidup
  • melestarikan keturunan atau berkembangbiak

Jenis dan Contoh

Proses adaptasi setiap makhluk hidup berbeda-beda sesuai dengan kemampuannya. Dalam ekosistem, adaptasi dibagi menjadi 3 jenis yaitu morfologi, fisiologi dan tingkah laku yang dijelaskan sebagai berikut:

kaktus Pixabay

1. Adaptasi Morfologi

Adaptasi morfologi adalah cara untuk menyesuaikan bentuk tubuh dan alat-alat yang ada pada tubuh organisme agar sesuai dengan lingkungannya. Bentuk adaptasi ini dapat dilihat secara kasat mata, seperti perubahan bentuk mulut, alat gerak, atau bentuk secara keseluruhan.

Contoh adaptasi morfologi seperti bentuk paruh dan kaki burung yang berbeda, bentuk mulut serangga, bentuk daun pada tumbuhan, serta bentuk keseluruhan hewan maupun tumbuhan. Umumnya penyesuaian secara morfologis bertujuan untuk mendapat makanan dan hidup sesuai dengan habitatnya.

2. Adaptasi Fisiologi

Adaptasi fisiologi adalah proses penyesuaian diri berdasarkan fungsi kerja organ-organ tubuh organisme terhadap lingkungan. Untuk mengetahui bentuk adaptasi ini tidaklah mudah karena berkaitan dengan fungsi organ di dalam tubuh.

Contohnya yang dapat ditemukan pada manusia, yaitu jantung atlet olahraga rata-rata lebih besar dibanding ukuran jantung orang normal. Bentuk penyesuaian lain adalah ketika manusia mengeluarkan keringat ketika kepanasan agar tubuh tetap dingin karena panas tubuh menguap melalui keringat.

Proses adaptasi fisiologi pada hewan dapat dilihat melalui jenis makanannya, yaitu karnovira atau herbivora yang memiliki fungsi organ pencernaan yang berbeda-beda. Penyesuaian yang terjadi tidak hanya pada satu organ saja, namun juga terjadi pada organ-organ lainnya.

3. Adaptasi Perilaku

Proses adaptasi tingkah laku dilakukan oleh organisme berupa penyesuaian perilaku terhadap kondisi lingkungan. Selain untuk memperoleh makanan, penyesuaian juga dilakukan sebagai perlindungan diri dari predator.

Hewan mengalami adaptasi tingkah laku sebagai respon dari rangsangan luar. Contohnya adalah penyesuaian waktu aktivitas hewan (nokturnal atau diurnal), hibernasi, penyamaran warna tubuh dan lainnya.

Adaptasi Hewan

Berbagai satwa melakukan adaptasi atau penyesuaian diri meliputi morfologi, fisiologi dan tingkah laku. Berikut ini adalah contoh lengkap beberapa proses adaptasi yang dilakukan oleh hewan.

Pinterest

a. Morfologi Hewan

Contoh paling mudah dikenali dari adaptasi morfologi pada hewan ialah pengamatan pada paruh burung, antara lain:

  • Bentuk paruh itik menyesuaikan dengan jenis makanannya (ikan dan katak). Bentuknya seperti sisit yang berguna untuk menyaring makanan dari dalam air dan lumpur.
  • Bentuk paruh burung pelikan yang menyerupai sisir adalah penyesuaian yang berfungsi untuk menaring makanan udang atau ikan kecil dari alga.
  • Bentuk paruh burung kolibri yang kecil dan runcung berfungsi untuk menghisap madu dari bunga.
  • Bentuk paruh burung nuri yang pendek serta kuat untuk memakan biji-bijian.

b. Fisiologi Hewan

  • Binatang-binatang herbivora atau pemakan tumbuhan memiliki enzim khusus yakni selulosa yang berguna untuk mencerna makanan yang bersumber dari tumbuhan.
  • Teredo navalis adalah jenis kerang yang hidup di laut, hewan ini memiliki kemampuan untuk melapukkan kayu berkat enzim yang dihasilkannya.
  • Ikan yang hidup di air laut atau salinitas tinggi akan mengeluarkan urine lebih pekat daripada ikan air tawar.

c. Tingkah Laku Hewan

  • Bunglon memiliki kemampuan untuk mengubah warna kulitnya untuk menghindar dari musuh atau predator. Kemampuan ini diperoleh karena bunglon memiliki pigmen kulit yang sanggup berubah-ubah.
  • Paus dan lumba-lumba merupakan mamalia laut yang bernapas dengan paru-paru. Binatang ini akan muncul ke permukaan secara berkala untuk mengambil oksigen.
  • Kuda Laut jantan memiliki kantung yang berfungsi untuk melindungi telur-telur yang dihasilkan oleh betina.
  • Spesies ular tertentu berkamuflase seperti mati untuk menhindar dari pemangsa.

Adaptasi Tumbuhan

putri malu Wikipedia Commons

a. Morfologi Tumbuhan

  • Tumbuhan darat beradaptasi dengan lingkungan atau habitatnya. Contohnya adalah jenis xerofit atau tumbuhan yang hidup di daerah kering atau kekurangan air seperti kaktus yang memiliki akar panjang untuk menyerap air, daun berbulu dan bentuknya kecil menyerupai duri, kulit luar tebal dengan lapisan lilin untuk mengurangi penguapan, serta batang yang mampu menyimpan cadangan air.
  • Tumbuhan yang hidup di air atau wilayah lembab (hidrofit) seperti ganggang, teratai dan paku memiliki daun-daun lebar agar proses penguapan berlangsung lebih cepat.
  • Pada tumbuhan hidrofit dan higrofit, adaptasi morfologi yang terjadi antara lain memiliki daun lebar dan tipis, memiliki lapisan lilin, terdapat banyak stomata dan sering melakukan gutasi (proses pelepasan air dalam bentuk cair dari jaringan daun).

b. Fisiologi Tumbuhan

  • Pohon pisang memiliki daun lebar serta tipis yang dilapisi oleh zat lilin.
  • Tumbuhan pakis menggulung daun mudanya untuk beradaptasi dengan lingkungan lembab.
  • Akar bakau yang berjenis akar gantung berfungsi sebaga pernafasan di daerah pasang surut air laut.
  • Tumbuhan berbunga umumnya menghasilkan nektar untuk menarik serangga sehingga dapat membantu proses penyerbukan.

c. Tingkah Laku Tumbuhan

  • Proses meranggas atau menggugurkan daun merupakan upaya penyesuaian tingkah laku yang dilakukan oleh pohon-pohon tertentu, seperti pohon jati pada musim kemarau.
  • Seismonasti atai Tigmonasti adalah gerakan tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan sentuhan, contohnya putri malu yang akan menguncup ketika disentuh.
  • Serta contoh lain seperti fotonasti, kenonasti, termonasti, niktinasti, nasti kompleks, estivasi, geotropisme dan hidrotropisme.

Adaptasi Manusia

orang eskimo abadikini.com

a. Morfologi Manusia

  • Manusia merupakan puncak tertinggi dalam seluruh rantai makanan. Manusia juga melakukan adaptasi sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya, seperti orang eskimo yang hidup di kutub utara memiliki bentuk tubuh pendek dan kekar. Postur tubuh tersebur berkaitan dengan nisbah luas permukaan tubuh terhadap volume tubuh yang kecil.

b. Fisiologi Manusia

  • Manusia yang hidup di daerah dengan tingkat polusi tinggi, umumnya akan memiliki kekebalan terhadap bakteri tertentu yang menyebabkan muntah dan berak.
  • Manusia yang tinggal di dataran tinggi memiliki sel darah yang lebih banyak untuk mengikat oksigen karena di dataran tinggi jumlah oksigen menipis.

c. Tingkah Laku Manusia

  • Manusia dapat belajar mengenai bahaya dan menghasilkan respon untuk menghindarinya. Misalnya untuk menghindari bencana kelaparan, maka orang-orang menyimpan cadangan makanan.
  • Contoh lain adalah dalam pembangunan rumah di daerah pesisir yang diupayakan tahan terhadan angin atau badai. Hal tersebut merupakan adaptasi perilaku manusia untuk bertahan dengan kondisi lingkungannya.

Maladaptasi

Kondisi lingkungan yang selalu berubah, baik secara cepat maupun lambat menuntut makhluk hidup untunk terus beradaptasi terhadap perubahan tersebut. Namun, terkadang usaha tersebut belum tentu berhasil dan gagal.

Selain itu, kegagalan adaptasi juga dapat disebabkan oleh ketidakmauan organisme malakukan adaptasi sehingga memperoleh sifat yang tidak sesuai dengan habitatnya. Kondisi ini disebut maladaptasi yang dapat mengrangi kementakan untuk kelanjutan hidup suatu spesies.

Radiasi Adaptif dan Konvergensi

1. Radiasi Adaptif

Jumlah makhluk hidup yang ada di bumi pada kenyataannya terus mengalami peningkatan dibanding masa lalu. Hal ini disebabkan oleh proses evolusi sebagai bagian dari proses adaptasi. Evolusi akan menghasilkan jenis-jenis spesies baru dari asal yang sama.

Radiasi adaptif adalah proses berkembangnya organisme secara cepat akibat perubahan lingkungan sehingga membentuk jenis spesies baru. Contohnya adalah evolusi burung finch di kepulauan Galapagos. Burung finch memiliki bentuk paruh yang berbeda-beda akibat pengaruh lingkungan dan sumber makanan yang ada.

Hal ini juga dapat dilihat pada tanaman gurun yang memaksanya untuk hidup di daerah dengan lingkungan yang memiliki batasan-batasan alami, seperi suhu, cuaca, kondisi tanah, dan lainnya.

2. Konvergensi

Konvergensi adalah adanya kesamaan bentuk morfologi dan fisiologi individu yang berasal dari kotayang yang berbeda akibat lingkungan yang sama. Contohnya adalah evolusi konvergensi kaktus di kawasan gurun. Jenis-jenis kaktus memiliki nenek moyang yang berbeda-beda namun memiliki kesamaan bentuk daun untuk mengurangi penguapan. Bahkan ditemukan pula kaktus yang sama sekali tidak berkerabat dekat tetap memiliki kemiripan akibat hidup di habitat yang sama.