Mengenal Pohon Bidara – Taksonomi, Morfologi, Manfaat & Cara Tanam

Pohon bidara adalah jenis tumbuhan berkayu kecil yang dipercaya mampu mengusir makhluk halus. Tanaman ini memiliki ciri tumbuh rimbun menyerupai bentuk payung. Bentuk morfologi tersebut merupakan penyesuaikan diri tumbuhan dengan habitat hidupnya pada lingkungan kering.

Nama pohon bidara mulai populer di masyarakat setelah dikenal sebagai tanaman yang dipercaya dapat mengusir pengaruh jin terhadap manusia. Selain manfaat mistis tersebut, ada banyak sekali khasiat lain dari bagian-bagian tumbuhan bidara. Oleh sebab itu, tanaman ini mulai banyak ditanam dan dipelihara oleh masyarakat.

Taksonomi

Pohon bidara termasuk golongan tumbuhan berkayu meski ukuran kayu batangnya relatif kecil, sehingga nampak seperti kelompok perdu. Secara global tanaman ini dikenal dengan sebutan Chinese Apple, Indian Plum, dan Jujube. Penamaan tersebut berdasarkan habitat pohon bidara yang berasal dari kawasan Asia.

pohon bidara agric.wa.gov.au

Indonesia menjadi kawasan yang cocok untuk pertumbuhan bidara juga mengenal pohon bidara dengan istilah lain. Misalnya masyarakat Jawa dan Sunda menyebutnya sebagai widara, di Bali dikenal dengan nama bekul, dan oleh masyarakat Sumba disebut kalangga.

Berikut ini adalah taksonomi atau klasifikasi ilmiah tumbuhan bidara, yaitu:

KingdomPlantae
DivisiMagnoliophyta
KelasMagnoliopsida
OrdoRosales
FamiliRhamnaceae
GenusZiziphus
SpesiesZiziphus mauritiana

Morfologi Bidara

Berdasarkan ciri fisik yang dimilikinya, pohon bidara dapat dikelompokkan ke dalam tanaman perdu atau semak. Hal ini bisa dilihat dari kesatuan daun dan bunganya yang membentuk tajuk seperti payung rindang.

Morfologi tumbuhan ini dapat dibagi menjadi empat bagian utama, yaitu batang, daun, bunga, dan juga buah sebagai berikut:

1. Batang

Sebagai tanaman perdu batang pohon bidara berukuran kecil namun berkayu. Batang ini tumbuh tegak dan bisa tumbuh mencapai ketinggian 15 meter dengan diameter batang maksimal 40 cm. Batangnya ditutupi kulit berwana antara abu-abu gelap hingga hitam dengan tekstur pecah-pecah secara tidak beraturan.

Batang bidara juga beruas dan mempunyai duri kemerahan yang cukup tajam pada setiap ruasnya. Percabangannya tumbuh secara menyebar ke berbagai bagian batang dan menjuntai ke bawah. Sedangkan ranting-rantingnya juga tumbuh tidak beraturan dan mempunyai bulu-bulu halus.

2. Daun

Daun bidara mempunyai bentuk oval atau bulat telur dengan warna hijau tua yang mengkilap di bagian permukaannya. Tepi daun tumpul dan pada bagian bawahnya berwarna agak putih hingga cokelat dengan bulu halus. Ukuran daun bidara panjangnya antara 2 sampai 9 cm dan lebarnya 1,5 sampai 5 cm.

Jumlah tulang daun pada pohon bidara adalah tiga. Perulangan daun dimulai dari pangkal daun ke ujung daun. Daun bidara merupakan jenis daun tunggal yang tumbuh secara berselang-seling. Titik tumbuh daun pohon bidara terletak pada tangkai pendek yang berukuran antara 8 sampai 15 cm.

baca juga:  Pohon Mahoni - Asal, Morfologi, Manfaat Kayu & Budidaya

Sebagai tanaman yang optimal hidup di kawasan kering dengan curah hujan standar, pohon bidara mempunyai cara untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Satu diantaranya adalah dengan menggugurkan daun ketika masuk musim kemarau atau cuaca panas.

3. Bunga

Bunga bidara berwarna putih hingga kekuningan dengan bentuk menyerupai bintang. Kelompok bunga ini termasuk bunga tunggal yang tumbuh di bagian ketiak daun dengan jumlah dua atau tiga kuntum. Ukuran diameter bunga bidara sangat kecil, yaitu sekitar dua sampai tiga mm dan mempunyai aroma yang harum.

Jumlah kelopak bunga pada setiap kuntum adalah lima helai dan tergolong sebagai bunga dengan sifat Protandrous. Sifat ini menunjukkan bahwa benang sari terlebih dahulu memasuki tahap kematangan daripada putiknya. Maka dari itu proses penyerbukan pohon bidara sangat bergantung pada bantuan serangga.

4. Buah

Pohon bidara menghasilkan buah yang bentuknya seperti tomat. Pada saat masih muda buah ini berwarna hijau muda dan akan berubah menjadi oranye hingga merah ketika sudah masak. Rasa daging buah pohon bidara cukup manis dengan warna daging buah putih dan mengandung banyak air.

Buah bidara yang telah masak justru tidak akan terlalu manis karena tekstur daging buahnya akan lebih bertepung. Begitu pula jika buah sudah terlalu masak, maka dagingnya akan berubah menjadi agak kekuningan, kenyal tetapi lembut, dan mengeluarkan aroma khas yang menyengat.

Ukuran buah bidara rata-rata panjangnya 6 cm dan lebar 4 cm. Namun ukuran ini berlaku untuk buah dari pohon bidara yang melalui proses budidaya. Sedangkan buah bidara dari pohon yang tumbuh secara liar umumnya berukuran lebih kecil. Akan tetapi tekstur kulit keduanya tetap halus dan mengkilat.

Habitat Pohon Bidara

Pohon bidara adalah jenis tanaman yang mampu beradaptasi pada berbagai kondisi lingkungan. Akan tetapi flora ini lebih menyukai lingkungan kering dan panas. Terlebih jika didukung oleh curah hujan rata-rata antara 15 sampai 125 mm per tahun.

buah bidara feedipedia.org

Sedangkan suhu optimal untuk pertumbuhan pohon bidara paling rendah antara 7 sampai 13 derajat Celcius dan paling tinggi 37 sampai 38 derajat Celcius. Di India pohon bidara maksimal tumbuh pada tanah lempung berpasir dengan rentang pH netral sampai basa serta mendapat pasokan cahaya matahari langsung.

Sementara itu, di China pohon bidara membentuk habitat liar pada kawasan yang berada di ketinggian sekitar 1.650 meter di atas permukaan laut (dpl). Sedangkan habitat budidaya sedikit lebih rendah, yaitu pada ketinggian 1000 meter dpl. Di Indonesia pohon bidara rata-rata tumbuh di daerah pada ketinggian 400 meter dpl.

Asal & Sebaran

Pohon bidara atau Chinese Apple atau Indian Plum adalah tanaman asli dari kawasan Asia. Habitat asli tanaman ini berasal di Provinsi Yunnan, China, kemudian tersebar ke kawasan Afganistan, dan Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Indonesia, hingga wilayah Queensland dan Australia.

baca juga:  Pohon Jamblang - Morfologi, Habitat, Sebaran, Manfaat & Budidaya

Tanaman yang daunnya sering dimanfaatkan ini juga dapat hidup subur di Indonesia pada lingkungan yang kering. Pohon bidara kebanyakan tumbuh di sepanjang Pulau Jawa, Pulau Bali, Pulau Madura, Nusa Tenggara, hingga Pulau Maluku. Sedangkan wilayah yang paling banyak ditemukan tumbuh pohon bidara adalah Sumbawa.

Status Kelangkaan

Merujuk pada data dari International Union for Conservation of Nature, tumbuhan bidara dengan nama Latin Ziziphus mauritiana saat ini berstatus Least Concern (LC). Status ini diberikan pada tahun 2018 setelah melalui penelitian yang tidak menunjukkan indikasi sebagai kelompok tanaman yang hampir atau terancam punah.

Meski keberadaannya tidak begitu banyak di Indonesia, tetapi populasi pohon bidara di dunia cukup stabil. Kondisi ini pula yang menjadikan tanaman perdu ini masuk sebagai kelompok flora berstatus Least Concern. Status ini terakhir kali diperbaharui pada tahun 2019.

Perkembangbiakan

Pohon bidara biasa dikembangbiakkan melalui biji ataupun penyambungan. Biji bidara terletak di dalam daging buahnya dan berukuran variatif tergantung ukuran buah. Biji tersebut harus direndam terlebih dahulu jika ingin disemaikan untuk menghasilkan kecambah.

Sedangkan untuk teknik penyambungan atau okulasi adalah proses perkembangbiakan vegetatif yang diterapkan pada batang bawah pohon bidara. Anakan yang tumbuh hasil dari penyambungan biasanya memiliki duri yang lebih sedikit, tetapi jumlah biji di dalam buahnya lebih banyak.

Manfaat Bidara

Manfaat paling populer dari pohon bidara adalah daunnya sebagai bahan alami untuk mengusir gangguan jin dan setan. Akan tetapi tidak hanya itu, karena masih banyak khasiat yang dimiliki oleh tanaman ini.

daun bidara feedipedia.org

Berikut adalah beberapa manfaat dari pohon bidara, antara lain:

1. Pengusir Gangguan Makhluk Gaib

Tidak semua orang percaya bahwa daun bidara berkhasiat mengusir gangguan jin dan setan. Akan tetapi banyak pemuka agama yang merekomendasikan tanaman ini untuk menangkal sihir. Caranya sangat mudah, cukup siapkan beberapa lembar daun bidara kemudian masukkan ke dalam gelas berisi air dan bacakan ayat al-Qur’an kemudian basuh ke tubuh.

2. Bahan Pewarna Alami

Pohon bidara mengandung senyawa tanin sebanyak 7 persen di bagian akar dan kulit batangnya. Senyawa tersebut juga dapat ditemukan dalam jumlah yang lebih sedikit pada bagian daunnya. Tanin adalah senyawa yang mampu memberi efek kehitaman apabila dilarutkan dalam air.

Oleh sebab itu, salah satu pemanfaatan bidara khususnya bagian akar, kulit batang, dan daunnya adalah sebagai pewarna alami. Bagian ini jika dicampur ke dalam larutan dapat menjadi pewarna hitam. Namun proses pembuatan warna ini masih memerlukan campuran zat lainnya agar lebih maksimal.

3. Tanaman Pengendali Erosi

Sebagai pohon yang mempunyai sistem perakaran tunggang, pohon bidara sangat cocok dijadikan tanaman pengendali erosi. Banyak masyarakat yang menanam tanaman ini di tepi sungai untuk mencegah erosi dan menstabilkan kondisi tanah sebagai bentuk upaya reklamasi.

4. Bahan Olahan Makanan

Buah bidara memiliki rasa antara asam dan manis. Oleh karena itu, buahnya cocok untuk dijadikan manisan meski juga dapat dikonsumsi secara langsung. Negara yang sering mengolah buah bidara menjadi manisan adalah India. Selain itu, buah bidara dapat direbus untuk kemudian dimakan.

baca juga:  Hemat Kertas, Selamatkan Bumi

Sementara itu di kawasan Asia Tenggara buah ini dikonsumsi bersama garam ketika masih muda dan setelah masak biasanya akan dikeringkan. Buah yang telah kering kemudian diolah kembali menjadi serbuk agar lebih tahan lama. Di Indonesia daun bidara muda juga dijadikan sebagai campuran sayur.

5. Perawatan Wajah dan Kecantikan

Bagian pohon bidara yang dimanfaat untuk bidang kecantikan adalah daunnya. Diketahui kandungan yang terdapat di dalam daun bidara cukup efektif untuk mengobati masalah jerawat, menghilangkan keriput, dan juga lingkaran hitamdi sekeliling mata, serta luka yang ada di kulit.

Cara penggunaan daun bidara untuk merawat wajah pun mudah. Sediakan beberapa lembar daun bidara, kemudian cuci hingga bersih dan tumbuk dengan air sampai menghasilkan tekstur kental. Selanjutnya gunakanlah tumbukan daun bidara tersebut sebagai masker dengan cara dioleskan ke wajah dan diamkan selama beberapa menit, kemudian bilas dengan air setelah kering.

Cara Menanam Pohon Bidara

Tanaman yang dipercaya memiliki kemampuan menangkal sihir ini bisa kita tanam sendiri. Berikut ini adalah tahapan menanam bidara yang bisa kita ikuti, yaitu:

1. Pembenihan

Proses pembenihan terdiri dari 3 tahap, antara lain:

  • Menyiapkan biji bidara yang telah dikupas cangkangnya. Selanjutnya rendam biji tersebut bersama bawang merah sebagai zat untuk merangsang pertumbuhan di dalam air hangat selama 1 malam.
  • Siapkan media pembenihan, seperti wadah, tisu dan plastik sungkup. Kemudian pasang tisu 2 samapi 3 lembar dan bashi tisu tersebut denagn cara menyemprotnya.
  • Lakukan proses penyusunan biji bidara dan siram kembali dengan cara semportan air. Tutuplah hasil semaian dengan plastik sungkup dan tunggu selama 2 hari, dimana biji bidara telah mengeluarkan akar.

2. Pemindahan Tanaman

Kita perlu menyiapkan media tanam berupa campuran tanah hmus, abus sekam padi dan pupuk kandang. Masukkan campuran tersebut ke dalam polybag.

Pindahkan bibit bidara ke polybag secara hati-hati. Pastikan posisi akar menghadap bawah. Benamkan akar tersebut setidaknya 2 sampai 3 cm. Siramlah tanaman dengan sedikit air secara rutin. Sekitar 1 minggu kemudian maka daun-daun bidara muda akan mulai tumbuh.

3. Merawat Pohon Bidara

Tanaman bidara umumnya akan berbuah saat menginjak tahun kedua. Kita bisa melakukan pemangaksan setelah masa panen. Waktu yang tepat ialah setelah pohon menghasilkan bunga dan pucuk baru. Pemangkasan ini bertujuan agar tanaman tetap tumbuh subur.

Pupuk juga bisa diberikan untuk merangsang pertumbuhan tanaman. Gunakanlah pupuk kandang dan pupuk nitrogen sebagai pelengkap pembentukan buah.